Butur Kehilangan Satu Tokoh Pejuang Pemekaran

SULTRAKINI.COM: BUTUR – Inna lillahi wainna iilahi rajiun, salah seorang tokoh pembentukan Kabupaten Buton Utara (Butur), H. Basri Zakariah telah berpulang kerahmatullah. Almarhum meninggal di Rumah Sakit Umum Bahteramas Kendari pada Minggu (29/5/2016) dini hari sekitara pukul 01.05 Wita.Pada masa perjuangan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Butur, H. Basri dikenal sebagai perekat dan pemersatu masyarakat Butur ketika itu. Bahkan, almarhum punya andil besar memfasilitasi masyarakat untuk memperjuangkan pemekaran.Bupati Butur, Abu Hasan mengatakan, Butur telah kehilangan seorang sosok yang selama ini telah berkiprah pada kegiatan kemasyarakatan, sosial, pembangunan dan politik, khususnya politik untuk kemaslahatan orang banyak.\”Publik sangat kehilangan sosok Beliau. Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah STW. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi cobaan ini,\” kata Abu Hasan via telepon selulernya, Minggu
(29/5/2016).Ia melanjutkan, Pemda Butur sangat berduka atas kehilangan tokoh masyarakat yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah. Apalagi almarhum seorang tokoh yang aktif dalam dunia usaha.\”Tentunya kontribusi beliau membangun daerah ini sudah banyak,\” tuntasnya.Terpisah, anggota DPRD Butur, La Ode Abdul Manan Ganiru menuturkan, Butur telah kehilangan seorang tokoh, publik figur yang cukup dikenal masyarakat. Apalagi peran almarhum dalam perjuangan pemekaran cukup besar.\”Peran beliau cukup besar. Baik ketokohannya maupun fasilitasnya digunakan untuk perjuangan pemekaran,\” kata Abdul Manan.Manan menambahkan, perjuangan masyarakat ketika ingin memekarkan daerah ini cukup sulit, karena terkendala akses. Masyarakat harus menyeberang lautan bila ke Kabupaten Muna (daerah induk) atau ke Kendari.\”Untungnya beliau punya fasilitas dan finansial. Kapal beliau yang selalu dipakai untuk mobilisasi massa untuk satu tujuan menjadi daerah otonom,\” katanya.Perjuangan almarhum dalam pembentukan DOB bukan hanya di Sultra, tetapi sampai Jakarta. Hal itu dirasakan Abdul Manan ketika mengawal proses pemekaran Butur di DPR RI. \”Waktu saya dan Irawan kawal proses pemekaran ini di Komisi II DPR RI, beliau lah yang bantu mendanai kami,\” akunya.\”Semoga apa yang beliau sudah berikan untuk daerah ini, amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT,\” tutupnya.Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.