SULTRAKINI.COM: Kanker payudara membayangi perempuan di Indonesia. Penyakit ini menjadi penyebab kematian wanita terbesar kedua setelah kanker serviks. Menurut data Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan RI tahun 2013, kanker payudara diderita oleh 50 per 100.000 penduduk. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, dapat berujung pada kematian.
Cegah Kanker Payudara, Ingatkan Para Ibu untuk Cek Mamografi Payudara
ilustrasi (Foto: TOTO SIHONO)

Deteksi dini merupakan cara efektif untuk menemukan penyakitnya lebih dini, sehingga peluang kesembuhan lebih besar.

"Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter. Sekitar 70 persen pasien baru datang ke rumah sakit dengan kondisi stadium berat," kata dr.Alfiah Amiruddin, spesialis bedah payudara dalam acara seminar kesehatan yang digelar Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (DPP PPLIPI) di Jakarta (20/12/2017).

Selain melakukan pemeriksaan payudara sendiri, kanker juga bisa dideteksi dengan pemeriksaan mamografi. Pemeriksaan ini bisa dilakukan setahun sekali.

"Kalau sudah berumur 40 tahun ke atas sangat disarankan untuk mamografi dan USG payudara," kata Alfiah.

Ia menjelaskan, kanker payudara tidak selalu disertai benjolan. Mamografi mampu menemukan adanya sel kanker, bahkan sebelum muncul benjolan.

"Kalau diraba tidak ada benjolan tak menjamin tidak adanya kanker. Gejala lain adalah perubahan warna aerola jadi semakin gelap, dan tekstur kulit payudara seperti kulit jeruk," papar dokter dari RS Mitra Keluarga Kemayoran Jakarta ini.

Alfiah menegaskan, sekecil apa pun perubahan yang terjadi jangan diabaikan. "Segera datangi klinik dan rumah sakit. Apalagi sekarang ini banyak pasien kanker payudara yang usianya masih muda-muda," katanya.

Memiliki pola hidup sehat dianjurkan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya kanker. Misalnya saja tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, banyak konsumsi buah dan sayur, serta beraktivitas fisik secara rutin.

Ketua Umum DPP PPLIPI Indah Suryadharma Ali menjelaskan penting bagi perempuan untuk mendapat sosialisasi dan edukasi seputar kesehatan payudara.

"Di era modern dengan berbagai perkembangan penyakit bermacam-macam, tren perempuan terpapar penyakit kanker juga semakin muda," kata Indah.

Karena kesibukannya, banyak wanita yang sering lalai memperhatikan kesehatannya. Apalagi sifat alami seorang ibu adalah mengutamakan keluarganya dibanding dirinya sendiri.

"Kami ingin mengajak para ibu untuk mensejajarkan prioritas kesehatan dirinya dengan kesehatan keluarganya," kata Indah.


Sumber: kompas.com

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations