Cegah Penularan Covid-19, Aparat Berjaga Hingga Bubarkan Masa Ditempat Wisata di Wakatobi

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Saat ini pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah penularang Covid-19. Dari pelarangan mudik hingga pembubaran masyarakat di sejumlah tempat wisata.

Di Kabupaten Wakatobi, Polisi dan TNI serta dari Satuan Pol-PP melakukan penjagaan hingga membubarkan wisatawan di sejumlah tempat-tempat wisata.

Selain itu, polisi juga melakukan patroli untuk mencegah terjadinya kerumunan masa, dan balapan liar.

“Operasi ini hanya sampai tanggal 17 Mei, tanggal 18 Mei 2021 besok tempat wisata sudah bisa buka seperti biasa lagi,” kata Suharman Sanusi Kapolres Wakatobi, Senin (17/5/2021)

AKBP Suharman Sanusi juga mengatakan, saat ini Kabupaten Wakatobi masih masuk zona hijau, namun jika masyarakat lengah dan tidak mematuhi protokol kesehatan maka bisa jadi Wakatobi akan masuk zona merah.

Olehnya itu, Kapolres Wakatobi menegaskan pembubaran masyarakat di tempat wisata ini sesuai surat edaran Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 556.4/2050 tentang Himbauan Penutupan Sementara Tempat Wisata/Hiburan. Maka semua tempat wisata baik yang berbayar maupun tidak berbayar yang ada di wilayah hukum Polres Wakatobi ditutup.

“Untuk mengantisipasi kunjungan masyarakat di tempat wisata maka Polres Wakatobi bersama, TNI dan Sat Pol PP tetap melakukan pengamanan untuk memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak berkunjung di tempat wisata untuk mencegah kerumunan massa di masa pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya.

Ia berharap, masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan karena dengan mematuhi protokol kesehatan ia tidak hanya melindungi orang sekitarnya namun juga keluarga dan dirinya sendiri.

Amatan Sultrakini.com, sempat terjadi kerumunan masa dalam jumlah yang besar dibeberapa tempat wisata Wakatobi, salah satunya di Pantai Sousu Kecamatan Wangi-wangi Selatan, namun setelah aparat kepolisian tiba, wisatawan pun diminta membubarkan diri agar tidak terjadi penularan Covid-19. (C)

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.