Corona Semakin Ganas, Nilai Transaksi Jual Beli Saham di Sultra Turun Miliaran Rupiah

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Wabah virus Corona di China dan sejumlah negara memunculkan kekhawatiran terhadap risiko bisnis dan ekonomi di Indonesia. Sektor perdagangan terutama ritel rentan terkena dampak, apalagi berlangsung dalam jangka panjang.

Bank Indonesia menyebut virus Corona di China berdampak terhadap ketidakpastian ekonomi global termasuk di Indonesia.

Akibat virus tersebut aliran modal asing keluar cukup banyak dari pasar saham Indonesia mencapai Rp 11 triliun selama sepekan.

Hal tersebut memunculkan kekhawatiran kepada para investor di Indonesia termasuk Provinsi Sulawesi Tenggara dengan banyaknya jumlah korban yang cukup mengganggu sektor ekonomi China.

Data Bursa Efek Indonesia Sultra, jumlah investor baru sebanyak 167 pada Desember 2019. Sedangkan Januari 2019 bertambah 64 investor baru. Catatan per Januari 2020, total investor Sultra mencapai 4.117 Single Investor Identification (SID).

Fortune

Kepala Kantor BEI Sultra, Ricky, mengatakan mewabahnya virus Corona di China tidak terlalu berdampak signifikan, dilihat dari jumlah investor tetap bertambah. Namun, dampak yang sangat terasa, yakni turunnya nilai transaksi jual beli saham.

“Data nilai transaksi Desember 2019 sebesar Rp 41 miliar dan nilai transaksi Januari 2020 Rp 40 miliar, artinya turun Rp 1 miliar nilai transaksinya atau jual beli saham para inveator di Sultra,” jelas Ricky, Rabu (12/2/2020).

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui nilai rata-rata transaksi harian mengalami penurunan. Namun, hal tersebut juga dialami oleh enam negara Asean, kecuali Thailand dan Filipina.

(Baca juga: Harga Sejumlah Komoditas Di Kendari Merangkak Naik, Imbas Corona)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.