Pilkada koltim

Covid-19 di Konawe Meningkat, Event Trail Ahuawali Tetap Diadakan

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Gugus Tugas Provinsi Sulawesi Tenggara terus mengupdate data perkembangan covid-19 di laman fanpagenya, tercatat Kabupaten Konawe dalam zona orange (resiko sedang) dengan total pasien covid-19 pertanggal 11 September 2020 mencapai 20 orang. Meski begitu, komunitas trail lintas merah putih di Ahuawali, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, tetap mengadakan event tanpa mengantongi izin dari Polres Konawe.

Kapolres Konawe, AKBP Yudi Kristanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap panitia event tersebut untuk menghentikan kegiatan. Namun panitia tetap bersikeras untuk melaksanakan kegiatan dengan alasan mengantongi surat rekomendasi izin dari Gugus Covid Kabupaten Konawe dan siap bertanggung jawab.

“Kemarin panitia sudah saya panggil ke polres dan tidak ada tawar menawar untuk pelaksanakan kegiatan, kegiatan harus dihentikan, tapi panitia tetap ngotot degan alasan ada rekomendasi dari gugus covid,” katanya dalam release yang diterima SultraKini.com Polres, Sabtu (12/9/2020).

Kapolres Konawe lalu melakukan koordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Covid Konawe Ferdinan Sapan untuk segera mencabut surat rekomendasi tersebut.

Pencabutan rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 Konawe ditandai dengan munculnya pencabutan surat rekomendasi dari Gustu Covid yang ditanda tangani oleh wakil Ketua Covid-19 drg. Mawar Taligana dengan Nomor Surat 008/1320/2020 perihal pembatalan rekomendasi izin.

Pilkada

Selanjutnya, berdasarkan surat pencabutan izin dari Gustu Covid konawe, Polres Konawe lalu perbanyak surat rekomendasi tersebut dan menyebarkan di beberapa pintu masuk di wilayah Kabupaten Konawe.

“Dasar pencabutan tersebut, polres perbanyak dan menyebarkan ke pintu masuk Konawe di Kecamatan Onembute, Lambuya, Sampara dan Bondoala, upaya itu dilakukan hingga pukul 22.00 malam,” ucapnya.

Dalam upaya pelaksanaan itu, sempat terjadi provokasi oleh pihak panitia untuk menerobos barikade Polsek Lambuya dan perkuatan dari polres (sabhara dan lantas), karena situasi semakin memanas dan rawan terjadi chaos di lapangan upaya itu dihentikan oleh Polres Konawe.

“Karena anggota saya akan tegas mematuhi perintah saya untuk amankan mereka yang melawan, namun disini saya menilai seolah-olah polri bergerak sendiri, ini bukan pekerjaan polri sendiri, tetapi semua unsur tertinggi harus mendukung,” ucapnya.

“Hari ini saya telah melakukan koordinasi degan gugus covid untuk dilakukan rapid kepada peserta, tapi karena kendala teknis besok baru bisa dilaksanakan,” tutupnya. (B)

Laporan: Ulul Azmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.