Pelantikan kapolri

Cuaca Panas, Ini Tips Berhijab di Musim Panas

SULTRAKINI.COM: Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah negara tropis. Artinya, musim yang ada hanyalah musim panas dan musim hujan. Di musim panas kita harus cerdik dalam berpenampilan, termasuk para hijabers yang menutup aurat dengan tambahan mengenakan hijab.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan saat ini Indonesia dilanda suhu panas. Bahkan pada Oktober lalu, suhu panas mencapai 37-38 derajat Celcius di Jakarta dan Makassar.
Beberapa pakar menyarankan agar memastikan tubuh terhidrasi dengan baik untuk menghindari heat stroke. Selain itu, pilih busana yang longgar dengan bahan nyaman.

Mereka yang berhijab harus mengenakan penutup kepala, dan busana serba tertutup. Suhu udara panas menjadi tantangan tersendiri karena bisa membuat berkeringat berlebih hingga rambut lepek. Pakaian semacam itu kerap memicu rasa gerah terutama, di negara beriklim tropis seperti Indonesian.
Berikut ini 5 tips berhijab di musim panas:

1. Bahan yang tepat
Hal yang perlu diperhatikan saat memilih busana hijab adalah bahan yang di gunakan. Hindari memakai hijab dengan kain yang panas dan tidak menyerap keringat. Hindari hijab dengan kain rayon, sifon, atau satin. Pilih hijab berbahan seperti katun, poliester, voile, linen atau sutra. Di mana bahan seperti yang disebutkan di atas adalah material kain yang sejuk, nyaman, tidak panas, menyerap keringat, sekaligus lembut.

2. Hindari pakaian yang berbahan satin
Cobalah menghindari memakai pakaian yang berbahan satin karena kain satin sendiri tidak menyerap keringat dengan baik. Daripada satin, pilihlah pakaian yang berbahan katun atau kaos. Tidak hanya pakaian, hal ini juga berlaku pada hijab yang kamu pakai.

3. Warna
Sebisa mungkin tidak memakai hijab berwarna-warna gelap seperti hitam, biru gelap, dan warna-warna gelap lainnya. Jika kamu memakai hijab berwarna gelap , maka kamu akan merasa kepanasan. Jangan pilih warna gelap, pilihlah hijab yang punya warna cerah dan terang. Sebab, warna terang akan lebih membuat sejuk, karena warna terang punya sifat memantulkan panas sehingga tidak diserap oleh kain untuk tubuh. Selain itu, hijab yang berwarna cerah akan membuat penampilan yang lebih segar.

4. Gunakan hijab yang simpel
Saat cuaca panas, tubuh kita akan terasa panas dan gerah. Hindari mengaya hijab dengan model yang rumit. Kenakan hijab dengan model yang simpel dan mudah seperti hijab segi empat. Selain itu, jangan terlalu berlebihan menggunakan aksesoris di hijab. Ini bertujuan agar kepala tidak terasa barat dan memudahkan pemakaian hijab.

5.Rambut
Hindari memakai hijab ketika rambut masih dalam keadaan basah, karena bisa membuat kita gerah dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Apalagi jika telah bercampur dengan keringat. Sebaiknya keringkan rambut terlebih dahulu sebelum menggunkannya. Apalagi cuaca saat ini dalam keadaan panas.

6. Gunakan topi
Jika tidak tahan dengan teriknya matahari, bila perlukan gunakan topi berukuran besar
Untuk melindungi kepala. Ini dapat membantu agar matahari tidak langsung terasa masuk ke kulit kepala melalui bahan jilbab tersebut.

Dari berbagai sumber

Laporan: Ilam Sari

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.