Danrem 143 HO Tutup Latihan Satgam Pamtas Yonif 725 Woroagi di Moramo

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Komandan Korem (Danrem) 143 Haluoleo (HO), Kolonel Arm H. Dedi Nurhadiman, resmi menutup latihan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini dari Batalyon Infantri (Yonif) 725 Woroagi di Lapangan Sepak Bola Desa Moramo, Minggu (23/9/2018).

Disela upacara berlangsung, Kolonel Arm H. Dedi Nurhadiman, mengatakan bahwa permasalahan di perbatasan RI-PNG khususnya di Kabupaten Keerom dan Kabupaten Pegunungan Bintang cukup kompleks yang senantiasa menuntut kesiapsiagaan prajurit untuk mampu menyelesaikan setiap persoalan yang timbul.

“Jadi untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka satuan tugas yang diberangkatkan kesana disiapkan dengan berbagai materi latihan mengarah pada upaya penanggulangan maupun penyelesaian persoalan-persoalan yang akan dihadapi dengan baik sesuai prosedur,” ujarnya.

Kata Dedi, Satgas Pamtas yang akan melaksanakan penugasan selama 9 bulan merupakan tenggang waktu yang cukup lama dan cenderung memberi efek psikologis yang berdampak pada pelaksanaan tugas yang kurang optimal terutama dalam hal pemeliharaan kondisi disiplin, moril serta semangat juang prajurit.

“Oleh karena itu, Satgas harus dibekali berbagai materi latihan yang nantinya diharapkan mampu membekali pengetahuan dan keterampilan kepada setiap prajurit yang nantinya diharapkan dapat menunjang pelaksanaan tugasnya di daerah operasi,” paparnya.

Dalam kurun waktu selama 12 hari, lanjutnya, para prajurit Yonif 725 Woroagi telah mengikuti rangkaian kegiatan latihan pra-tugas dengan penuh semangat serta disiplin yang tinggi. Rangkaian kegiatan latihan dapat terlaksana dengan baik, sesuai target latihan yang di harapkan.

gemilang simpeda bank sultra

“Harapanya latihan pra-tugas yang baru saja dijalani ini, akan menjadi bekal dan memberikan keyakinan kepada diri untuk mampu melaksanakan tugas yang akan dilaksanakan. Kemudian dengan berakhirnya latihan pra-tugas ini, para prajurit Yonif 725/Woroagi, diharapkan memiliki kesiapan dan kemampuan yang prima dalam melaksanakan tugas Pamtas RI-PNG di Kabupaten Keerom dan Pegunungan Bintang,” harapnya

Danrem menambahkan, semua materi yang telah dilatihkan, baik materi tempur maupun non tempur, kiranya menjadi referensi berharga bagi semua prajurit Yonif 725 Woroagi, dalam mengoptimalkan penugasan yang akan dilaksanakan di wilayah perbatasan.

“Saya juga berharap Satgas Yonif 725 Woroagi mampu mengatasi situasi diwilayah perbatasan, utamanya dalam mengamankan patok batas RI-PNG dan mencegah adanya infiltrasi maupun manuver Gerakan Separatis Bersenjata (GSB), yang saat ini lebih cenderung bergerak melalui kegiatan politik di kota dan di desa dengan bersandar kepada lembaga adat yang ada,” ujarnya

“Namun demikian, perlu kalian sadari bahwa bekal pengetahuan, keterampilan serta berbagai pengalaman yang telah kalian terima selama mengikuti latihan pra-tugas ini, tentu masih memerlukan pembuktian nyata di lapangan, mengingat materi yang telah dilatihkan selama ini tidak selamanya sama dengan kondisi faktual yang akan dihadapai di lapangan,” terangnya.

Kolonel Arm Dedi mengingatkan, agar para prajurit harus terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan diri masing-masing dengan lebih banyak belajar dan berlatih serta selalu mencermati perkembangan situasi yang terjadi di wilayah perbatasan RI-PNG di Provinsi Papua.

“Tekad dan semangat berlatih yang telah kalian tunjukkan selama mengikuti latihan pratugas ini, hendaknya dijadikan sebagai bekal serta motivasi dalam upaya mengembangkan kemampuan profesionalisme dalam berbagai dinamika penugasan dilapangan, sehingga penugasan yang akan dilaksanakan oleh satuan-satuan operasional akan lebih mampu menjawab tantangan tugas yang diemban,” tutupnya.

Laporan: Ifal Chandra
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.