Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Bupati Buton: Mari Warisi Semangat Kepahlawanan Oputa Yi Koo

SULTRAKINI.COM: BUTON – Memperingati Hari Pahlawan, Pemerintah Buton bersyukur Oputa Yi koo akhirnya dengan resmi di beri gelar pahlwan Nasional. Penyerahan gelar pahlawan nasional diberikan kepada Gubernur Sulawesi Tenggari, Ali Mazi sebagai ahli waris dari Oputa Yi Koo. Penyerahan tanda gelar kepahlawanan diserahkan langsung oleh Presiden Jokowi Widodo di Istana Negara pada hari Jumat (8/11/2019).

Pemerintah Kabupaten Buton mengadakan upacara bendera, ziarah makam pahlawan, hingga upacara tabur bunga. Bupati Buton, La Bakry mengungkap rasa bangganya dengan dianugerahkannya putra terbaik Buton Oputa Yii Koo sebagai pahlawan nasional. Pemberian gelar pahlawan berdasarkan Keppres Nomor 120/TK Tahun 2019 tertanggal 7 November 2019.

“Sultan Muhammad Saidi atau yang kita kenal dengan nama Oputa Yi Koo sebagai pahlawan nasional. Saya mewakili pemerintah dan masyarakat Kabupaten Buton dan eks-Kesultanan Buton menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya pada Presiden RI yang menganugrahkan salah satu putra terbaik daerah ini,” ucap Bupati Buton usai membacakan Amanat Mensos RI pada Upacara Hari Pahlawan 2019 di Alun-alun Takawa, Pasarwajo, Buton, Minggu (10/11/2019).

Oputa Yi Koo menjadi pahlawan nasional. (Foto: Istimewa)

(Baca: Sultan Buton Mendapat Penghargaan Gelar Pahlawan Nasional)

(Baca juga: Oputa yi Koo, Sultan Buton yang Memukul Mundur Penjajah Belanda)

Menurut La Bakry, Oputa Yi Koo pantas mendapatkan gelar tersebut dengan perjuangan yang dilakukan di masa lalu, bergerilya dari hutan ke hutan dalam upayanya menyingkirkan Belanda yang pada saat itu dianggap ingin menguasai Kesultanan Buton. Oputa Yi Koo bahkan dipecat sebagai Sultan Buton karenanya.

”Tentu saja ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Bagi generasi Buton, mari kita warisi dalam mengisi kemerdekaan yang kita cintai ini dengan semangat kepahlawanan Oputa Yi Koo” ujar La Baky.

Peringatan Hari Pahlawan yang diselenggarakan tersebut juga diharapakan La Bakry agar bisa membangkitkam semangat berinovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini.

“Menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapa pun warga negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat menganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoaks, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain,” lanjut bupati Buton.

Sultan Himayatuddin Muhammad Saidy (Sultan Buton) atau Oputa Yi Koo adalah seorang Sultan Buton ke-20 pada 1752-1755 dan ke-23 pada 1760-1763. Ia giat bergerilya melawan, menentang pemerintahan Hindia Belanda dalam Perang Buton. Sejak 1755, tidak lama setelah perang Buton, Sultan Himayatuddin menetap di Siontapina hingga meninggal pada 1776.

Berikut ini nama penerima penganugerahan gelar pahlawan nasional 2019: Ruhana Kuddus dari Sumatera Barat, Prof dr M Sardjito dari DI Yogyakarta, KH Abdul Kahar Mudzakkir dari DI Yogyakarta, A A Maramis dari Sulawesi Utara, dan KH Masjkur dari Jawa Timur.

(Baca juga: Jurnalis Pertama Indonesia Ruhana Kuddus Jadi Pahlawan Nasional)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.