Data 3 Lembaga Ini Nyaris Sama Menangkan ADP-SUL

SULTRAKINI.COM: Persentase perolehan suara hasil hitung “real count” Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (FISIP UHO) serta situs resmi Komisi Pemilihan Umum pusat sama-sama memenangkan pasangan calon Adriatma Dwi Putra, S.T. dan Sulkarnain K.,S.E. sebagai Walikota Kendari. Kendati hasil akhirnya tetap menunggu keputusan KPU Kendari.

Real count FISIP UHO mencatat kemenangan ADP-Sul sebesar 41,13 persen sedangkan data KPU pusat berdasarkan entry data Model C1 dari TPS mencatat 41 persen untuk kemenangan ADP-Sul.

Real count FISIP UHO tercatat yang paling cepat merilis hasil perolehan suara di 520 TPS Pilkada Kota Kendari, 15 Februari 2017. Sejam setelah penghitungan suara di TPS, pusat data FISIP sudah mengeluarkan perkembangan perolehan suara dan pukul 17.00 Wita telah merampungkan semua data.

Hasilnya, pasangan calon nomor urut 2 Adriatma Dwi Putra, S.T. dan Sulkarnain K.,S.E. mengumpulkan 61.809 suara, disusul pasangan calon nomor urut 1 Abdul Rasak, S.P. dan Haris Andi Surahman, S.Pd sebanyak 55.915 suara, dan pasangan calon urut 3 Drs. Mohammad Zayat Kaimoeddin, M.Si. dan Suri Syahriah Mahmud, S.E., M.M mendapat 33.870 suara.

Data KPU tercatat perolehan suara pasangan ADP-Sul sebanyak 62.025 suara (41,00%), Rasak-Haris sebanyak 55.769 suara (36,86%), serta Zayat-Suri sebanyak 33.504 suara (22,14 persen).

Selain dua lembaga itu, data rilis dari hitung cepat Election Count “punya” pasangan calon ADP-Sul yang diumumkan di salah satu hotel di Kota Kendari, Rabu sore juga memperlihatkan persentase kemenangan yang mirip, yakni 40,98 persen. Sementara pasangan nomor urut 1 sebanyak 36,90 persen dan nomor urut 3 sebanyak 22,12 persen.

Data real count yang dikeluarkan oleh FISIP UHO kemudian mendapat protes dari sejumlah pihak karena jumlah persentase melebihi angka 100, tepatnya 100,88. Menanggapi hal itu, Ketua Jurusan Ilmu Politik FISIP UHO, Dr Eka Suaib selaku penyelenggara real count menjelaskan bahwa hal itu hanyalah kesalahan penulisan angka di belakang koma namun tidak mengurangi substansi hasil.

“Teman-teman lapangan ada yang membulatkan dua digit dan ada yang tiga digit di belakang koma. Tetapi prinsipnya hal itu tidak mengubah hasil yang dikumpulkan di lapangan,” jelas Eka Suaib kepada SultraKini.com, Kamis (16 Februari 2017) siang.

Sayangnya kendati sudah menyadari kesalahan itu, FISIP UHO hingga kini belum melakukan klarifikasi kesalahan angka di belakang koma.

Pengolahan data SultraKini.com menghitung persentase jumlah suara yang dipaparkan FISIP UHO dan menemukan persentase yang seharusnya, yakni untuk suara No.2 sebanyak 61.809 setara dengan 40,77 persen bukan 41,13 persen, sedangkan suara pasangan No.1 sebanyak 55.915 setara dengan 36,89 persen bukan 37,21 persen, dan suara pasangan calon No.3 sebanyak 33.870 setara 22,34 persen bukan 22,54 persen.

Sebelumnya Dekan FISIP UHO, Dr Bahtiar menjelaskan data real count FISIP UHO hanyalah bentuk penyampaian data TPS yang dilakukan melalui metode sensus. Hal ini memungkinkan secara akademik, namun untuk menentukan siapa pemenang Pilkada Kendari sepenuhnya ada pada lembaga penyelenggara, dalam hal ini KPU Kendari.

FISIP UHO mendapatkan legitimasi dari KPU untuk menyelenggarakan real count Pilkada Kendari. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, FISIP UHO bersifat independen tanpa ada kepentingan apa pun. “Ini murni pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, jadi kami tetap menjaga independensi,” kata Bahtiar kepada wartawan.

Penelusuruan SultraKini.com, data perolehan suara TPS di sejumlah kecamatan antara data FISIP UHO dan Data KPU banyak mengalami kesamaan. Sebutlah data perolehan suara di Kecamatan Kambu No.1 sebanyak 3.487 suara, No.2 sebanyak 3.713 suara dan No.3 sebanyak 2.565 suara. 

Laporan: Gugus Suryaman dan M Djufri Rachim

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.