Iklan Clarion

Data Kependudukan Sultra Belum Akurat, Hambat Implementasi Program

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Data kependudukan Provinsi Sulawesi Tenggara yang belum akurat, salah satu kendala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memaksimalkan program kerja 2015-2019. Pihaknya kini berupaya dengan menggunakan aplikasi sistem penginputan data kependudukan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Pekerjaan kita tahun 2015-2019 tinggal satu tahun lagi, tetapi target kita belum tercapai, persoalan itu tentu bermuara pada data kita saat ini sehingga kita butuh peningkatan data yang memadai serta akurat dan tepat waktu,” ucap Kepala BKKBN Sultra, Jamaluddin pada workshop pemuktakhiran berbassis data keluarga Indonesia di salah satu hotel di Kota Kendari, Rabu (14/11/2018).

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

Dikatakannya, data kependudukan Indonesia khususnya Sultra harus terkini, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Gunanya, lewat data tersebut perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga bisa tergambarkan sehingga upaya peningkatan lebih terarah. Sejumlah hal yang dibutuhkan, seperti data mikro keluarga sebagai data basis operasional dan peta kerja program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga dan program intervensi lainnya.

“Pendataannya dilakukan bersama masyarakat. Data dan informasi ini sangat penting untuk mendukung program pembangunan di daerah, khususnya program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) nasional,” terang Jamaluddin.

Pemutakhiran data tentunya butuh kerja sama organisasi perangkat daerah tentang KB di kabupaten dan kota di Sultra. “Harapan kita, kualitas, pengelolaan, dan cakupan pemuktahiran basis data keluarga khususnya di Sultra lebih meningkat,” lanjutnya.

Laporan: Hasrul Tamrin&Firdawati
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.