Data Pemilih di Pilwali Kendari Menurun Drastis, Ini Tiga Kecamatan yang Penurunannya Besar

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemutakhiran data pemilih di Pilwali Kota Kendari 2017 sudah menyelesaikan tahapan di tingkat kecamatan. Dari hasil yang diperoleh di sepuluh kecamatan, data pemilih menurun drastis. Hal ini dikatakan Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Kendari, Yasir, kepada SULTRAKINI.COM, di ruang kerjanya, Kamis (27/10/2016) siang.

Meski begitu, Yasir, masih enggan untuk menyebutkan angka dari penurunan tersebut. Namun, lanjutnya, penurunan data pemilih tersebut menyentuh angka 50 ribu. “Kami belum bisa sebutkan jumlah tetapi ada penurunan drastis dari data Pilpres 2014. Penurunannya sekitar 50 ribuan,” terangnya.

Ia menjelaskan, penurunan ini dikarenakan model pendataan saat Pilpres 2014 berbeda dengan saat Pilwali sekarang ini. “Kalau di Pilpres 2014 pemilih yang dijumpai meski tidak punya data kependudukan tetap dimasukkan dalam data pemilih. Kalau sekarang, jika tidak punya KTP atau Nomor Kartu Keluarga (NKK) tidak bisa dimasukkan dalam data pemilih, walau dia tinggal di Kendari,” terang Yasir.

Koordinator Divisi Data KPUD Kota Kendari ini, mencontohkan salah satu TPS di Kecamatan Kadia misalnya yang dalam data awal jumlahnya mencapai 400 pemilih. Namun, setelah dilakukan pendataan ulang hanya terdapat 200an pemilih. “Begitu juga salah satu lorong di Kecamatan Kambu, data awal jumlanya seratusan pemilih, tetapi setelah dilakukan pencocokan dan penelitian ternyata hanya 15 pemilih yang memenuhi syarat,” bebernya.

Sebenarnya, katanya, kalau pun seseorang tidak memiliki KTP Kendari tetapi memiliki NKK di dalam kartu keluarga, masih dapat dimasukkan dalam data pemilih. “Dia akan dimasukkan dalam data pemilih nonKTP. Data itu nanti akan diberikan ke catatan sipil untuk diteliti kebenarannya,” jelas Yasir.

Yasir juga menyebutkan tiga kecamatan yang mengalami penurunan jumlah pemilih. “Kecamatan Mandonga, Kadia, dan Kambu itu jumlah pemilihnya menurun drastis. Penyebabnya karena di sana mobilisasi penduduk tinggi, apalagi ada kampus-kampus. Jadi, tidak jarang ditemukan penduduk yang tidak punya KTP Kota Kendari ataupun NKK. Tidak punya itu berarti tidak bisa didata,” tutupnya.

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.