Iklan Clarion

Deklarasi Damai Disuarakan di Wakatobi Jelang Pemilu 2019

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Polres Wakatobi bersama Pemerintah Daerah (Pemda), penyelenggara Pemilu, dan partai politik melakukan deklarasi damai, Senin (10/9/2018). Acara deklarasi damai di Auditorium Dalihan Natolu Polres Wakatobi ini, diikuti unsur TNI, DPRD Wakatobi, Kejaksaan Negeri, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Tiga poin teks deklarasi damai yang dibacakan oleh Tokoh Adat Wangi-wangi, La Ane Puru itu berbunyi mewujudkan Pemilu 2019 aman, damai dan sejuk di Kabupaten Wakatobi: menolak isu sara, hoaks, dan ujaran kebencian, karena dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa: menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban di Kabupaten Wakatobi.

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

Kapolres Wakatobi, AKBP Hadi Winarno SIK, mengatakan tahapan pesta demokrasi telah berjalan, terutama pada 23 September 2019 akan dilakukan kampanye.

“Ini merupakan sarana memilih pemimpin, jadi walaupun kita berbeda pilihan kita tetap jaga persatuan dalam Pemilihan Legislatif, dan Pilpres,” ujar Hadi Winarno.

Sebanyak 11 perkara harus dijaga oleh pihak-pihak terkait, terutama profisionalisme agar pemilihan serentak bisa berjalan aman dan kondusif.

“Kalau Bawaslu, KPU, Polri, dan pihak-pihak terkait bisa menjaga profesionalisme tetap netral, saya yakin konflik di masyarakat bisa diminimalisir,” tambahnya.

Sementara Bupati Wakatobi, Arhawi, menjelaskan jika semua pihak yang telah mengingkrakan diri dalam deklarasi damai untuk pemilihan serentak ini, mereka mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Begitu juga para caleg dan partai politik untuk mematuhi rambu-rambu dalam melakukan kampanye damai. “Sekarang kita semua yang hadir di sini sudah mengingkrarkan diri untuk pemilihan damai, jadi kita bertanggungjawab untuk menjaga pemilihan damai,” ucap Arhawi.

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.