SUARA

Demo Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa dan Kepolisian Terlibat Adu Jotos

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Aksi protes penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan SPBU Tapak Kuda, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari berlangsung ricuh, Senin (9/4/2018).

Puluhan masa aksi yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) cabang Kota Kendari, terlibat adu jotos dengan aparat kepolisian saat melakukan pengamanan.

Awalnya aksi berlangsung tertib, namun keadaan berubah hingga gesekan antara masa aksi dan kepolisian tidak terhindarkan. Salah seorang masa aksi terpaksa dilarikan ke rumah sakit, akibat kelelahan dan sempat tidak sadarkan diri.

Kericuhan antara aparat kepolisian dan mahasiswa saat menggelar aksi penolakan kenaikan BBM di SPBU Tapak Kuda Kendari, Senin (9/4/2018). (Foto: Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)
Kericuhan antara aparat kepolisian dan mahasiswa saat menggelar aksi penolakan kenaikan BBM di SPBU Tapak Kuda Kendari, Senin (9/4/2018). (Foto: Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)
yamaha

“Pada pertengahan Februari 2018, Pertamina secara resmi menaikan harga BBM dengan alasan fluktuasi minyak mentah dunia. Akhir Maret 2018, rakyat kembali digemparkan kenaikan harga Pertalite Rp 200/liter secara diam-diam oleh pemerintah,” ujar La Ode Muhammad Aril Masri dalam orasinya.

Menurutnya, salah satu alasan pemerintah menaikan harga BBM, yaitu anjloknya harga minyak dunia kemudian ini dijadikan sebagai senjata untuk menghianati masyarakat.

“Kami menolak dengan tegas kenaikan harga BBM jenis Pertalite yang sudah menjadi konsumsi masyarakat menengah kebawah. Selain itu kami meminta kepada pihak Pertamina dan DPR untuk menstrapansi alokasi dan kalkulasi dana kenaikan BBM kepada masyarakat,” tegasnya.

Pantauan SultraKini.Com, arus lalu lintas di depan SPBU Tapak Kuda Kendari mengalami kemacetan dan menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar.

Laporan: Wayan Sukanta

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.