Demo Masalah Mutasi di Konawe Berujung Ricuh

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Aksi demonstrasi yang dilakukan Konsorsium Lembaga Pemerhati Konawe di kantor bupati berujung ricuh, Senin (4/6/2018). Demo tersebut hendak memprotes kebijakan Plt. Bupati Konawe, Parinringi yang melakukan mutasi terhadap sejumlah perjabat eselon II, III dan IV beberapa waktu lalu.

Demo gabunga tiga lembaga (Lira, Lidik Krimsus dan Kibar Konawe, red) itu bermula di depan kantor Bupati Konawe bagian luar pagar. Pada saat yang sama juga tengah ada aksi demonstrasi sejumlah kepala desa (Kades) dan aparatnya di gerbang masuk kantor bupati.

Saat massa Kades dizinkan masuk ke dalam wilayah perkantoran, massa konsorsium pun juga ikut merangsek ke dalam. Massa sejumlah Kades memilih melanjutkan aksinya di kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Konawe. Sementara massa konsorsium memilih menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor utama Bupati Konawe.

Massa konsorsium cukup lama berorasi dan tak ada satupun pejabat yang menerima mereka. Sebab, baik Plt. Bupati Konawe, Parinringi maupun Sekda Konawe, Hj. Asriani Porosi tengah melayani massa aksi sejumlah Kades terlebih dulu.

Saat dialog unsur pimpinan daerah bersama sejumlah Kades berlangsung di salah satu aula di kantor bupati, massa konsorsium masih terus melakukan orasi. Usai dialog berlangsung, salah seorang anggota kepolisian kemudian menghampiri Parinringi, hendak menyampaikan untuk menerima massa konsorsium. Parinringi pun terlihat sempat menolak untuk meladeni masa aksi, karena katanya hal tersebut tidak pantas dipermasalahkan lagi.

Namun beberapa menit kemudian, Parinringi dan ibu Asriani Porosi akhirnya turun menemui massa aksi. Setelah beberapa saat mendengar tuntutan massa aksi terkait kebijakan mutasi yang dilakukannya, Parinringi langsung memberi tanggapan.

“Terkait mutasi, itu sudah sesuai prosedur. Ada izin dari Kemendagri dan persetujuan Gubernur. Jadi tidak ada masalah. Sementara terkait dana ADD (Alokasi dana Desa, red) yang dipermasalahnya tadi, kami akan mencari solusi dalam satu dua hari ini,” jelas Parinringi.

Saat massa aksi hendak memberi tanggapan balik, Parinringi bersama ibu Asriani pun langsung membalikan badan dan meninggalkan massa pendemo. Aksi itu pun membuat massa geram dan tak terkendali.

Massa yang tersinggung, akhirnya merangsek masuk untuk menemui Plt. bupati. Namun langkah mereka langsung dicegak aparat kepolisian yang berjaga. Disitulah terjadi aksi saling dorong, karena massa tak terima langkah mereka dicegat.

Namun suasana kemudian berhasil redakan aparat. Massa aksi pun tak lagi memaksa masuk. Namun suasana kembali memanas setelah Ketua DPD Kibar Konawe, Arisman Babang berorasi dan ia tetap ngotot untuk masuk.

Seketika mic-nya ia lepas dan langsung menerobos barisan polisi. Aksi itu pun disusul beberapa rekannya. Namun massa yang jumlahnya tak sebanding dengan aparat yang berjaga berhasil didorong mundur. Tak lama setelah itu massa memilih untuk balik menuju kantor DPRD Konawe. Mereka pun masih terus berorasi sambil melontarkan makian untuk Plt. Bupati Konawe.

Di kantor DPRD, massa aksi diterima langsung oleh Ketua DPRD Konawe, H. Ardin. Dalam orasinya, massa pun masih menyuarakan aspirasi yang sama, perihal kebijakan mutasi Plt. Bupati Konawe.

Menanggapi hal tersebut, Ardin mengaku, hari ini mendapat panggilan dari Kemendagri terkait hal tersebut. Ia diminta memberi klarifikasi karena namannya turut disebut sebagai pihak yang memberi pertimbangan terkait mutasi yang dilakukan Parinringi.

“Hari ini saya ada panggilan ke Kemendagri terkait masalah ini. Saya diminta untuk memberi klarifikasi,” jelas Ardin.

Laporan: Mas Jaya
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.