Iklan Clarion

Desak Penyelesaian Kasus Teror, Ratusan Warga Datangi Polres Muna

SULTRAKINI: MUNA – Koalisi Masyarat Pemerhati Hukum (KMPH) Kabupaten Muna bersama ratusan warga memadati halaman Mapolres Muna, Rabu (25/5/2016). Kedatangan warga ini untuk mendesak Polres Muna segera menyelesaikan persoalan hukum pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan PSU Jilid 2, khususnya teror yang meresahkan masyarakat.

 

Dalam aksinya, ratusan warga sempat berupaya masuk ke dalam ruang kantor Polres Muna, namun karena dihalagi aparat, akhirnya massa menggelar orasi di halaman. Melalui pengeras suara, perwakilan masa meminta Kapolres Muna AKBP, Yudith Satria Hananta hadir menemui mereka.

 

Setelah satu jam melakukan orasi, pihak kepolisian lalu bernegosiasi dengan perwakilan masa yang tetap menuntut untuk berdialog dengan Kapolres. Sekitar 15 menit berselang kemudian, Kapolres akhirnya bersedia hadir menemui para demonstran. Disambut tempuk tangan ratusan warga, Kapolres menemui dan menyalami pada demonstran.

 

“Ada pepatah mengatakan, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, untuk itu saya meminta kepada semua yang hadir saat ini, untuk bersama-sama kita duduk bersila diaspal ini dan kita bicarakan apa yang menjadi tuntutan kawan-kawan,\” sahut Yudith dengan santun.

 

Ajakan ini pun disahuti para demonstran yang langsung duduk di Aspal, dihalaman Mapolres Muna, untuk berdialog.

 

Dalam dialog, perwakilan masa, Rahman, menyampaikan pada Kapolres agar laporan tindak kriminal berkaitan dengan pelaksanaan PSU menjadi prioritas penyelesaian. Karena cukup mendesak, jangan sampai dalam proses penyelesaiannya hanya menjadi hal yang memicu konflik.

 

Menanggapi hal tersebut, AKBP Yudith Satria Hananta mengatakan, sebagai POLRI, Khususnya Polres Muna sudah barang tentu dan sudah menjadi tugas pokok menjaga Kamtibmas di wilayah Muna.

 

“Jadi perjalan kita sudah sangat panjang, kita sama-sama berjuang, saya berjuang di Kamtibmas, saudara-saudara berjuang untuk memilih pemimpin Muna yang terbaik,\” terang Mantan Kasat Brimobda Sultra ini.

 

Menyangkut hal yang terjadi, lanjut Yudith, semua laporan dalam penanganan, kita tangani sesuai prosedur, termasuk mobil yang dirusak di empang, kita tangani, selidiki dan olah TKP, kalau perlu kita akan informasikan apakah itu pelemparan atau penembakkan.

 

\”Menyangkut pengerusakan mobil, kejadian tersebut diduga pelemparan bukan penembakkan. Memang ada dua dugaan sumber arah, bisa saja dari arah kanan kekiri atau sebaliknya, namun kesimpulan itu masih dalam penyidikan. Jadi jangan kita langsung mengklaim bahwa itu penembakkan, tidak boleh seperti itu, jadi kita harus sesuai prosedur,\” ujar Yudith.

 

Menurutnya, terkait penanganan Polsek Katobu atas peristiwa yang menimpa Lurah Raha 1 dan Lurah Wamponiki, juga masih dalam penyidikan. Karena ini menyangkut institusi profesi, jadi kita harus semua hati- hati berjalan. Bahkan saat ini kita diback up oleh Polda Sultra.

 

Menutup dialog tersebut, Kapolres Muna berjanji segera menuntaskan kasus Kamtibmas yang terjadi di Muna. Bahkan Ia juga mengatakan disamping semua ini adalah kewajiban Polisi, namun tidak akan bisa bekerja sendirian tanpa dibantu oleh masyarakat.

 

\”Kita sudah satu lintasan. Jadi saya mohon nanti pelaksanaannya kami simpulkan semua, agar ditangani secara proporsional dan prefesional sesuai dengan prosedur,\” jelasnya.

 

Usai berdialog dengan Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta, para demonstran tersebut langsung membubarkan diri.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.