Iklan Clarion

Deteksi Dini Kanker Serviks Akan Menyelamatkan Anda

SULTRAKINI.COM:Jakarta Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia. Tak hanya itu, setiap hari terdapat 20 dari 40 wanita Indonesia dengan kanker serviks yang meninggal.

Angka ini menjadikan kanker serviks sebagai pembunuh nomor satu wanita Indonesia. Karena itu, deteksi dini kanker serviks menjadi penting untuk dilakukan.

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

Pada metode IVA, asam asetat ditempelkan ke permukaan serviks selama 2 menit. Bila ada kelainan, akan tampak gambaran putih di serviks.

Sementara itu, pada Pap smear dan tes HPV, sampel sel serviks diambil untuk diperiksa. Jika Pap smear ditujukan untuk mencari sel-sel yang berubah atau abnormal, tes HPV dimaksudkan untuk melihat keberadaan virus ‘ganas’ penyebab kanker serviks.

Deteksi Dini Berdasarkan Usia & Kondisi

Secara umum, deteksi dini kanker serviks tidak diperlukan bagi wanita di bawah usia 21 tahun. Deteksi dini dengan metode IVA dianjurkan setiap 1 tahun sekali pada wanita berusia 21–65 tahun.

Pada wanita dengan kelompok usia 21–29 tahun, dianjurkan untuk Pap smear setiap 3 tahun. Namun, pada kelompok usia ini tes HPV tidak dianjurkan.

Pada wanita dengan kelompok usia 30–65 tahun, dianjurkan untuk melakukan Pap smear dan tes HPV secara bersama-sama (co-testing) setiap 5 tahun. Bila tes HPV tidak memungkinkan, dapat dilakukan Pap smear saja setiap 3 tahun.

Bagaimana dengan ibu hamil? Pemeriksaan Pap smear yang bersifat rutin sebaiknya ditunda hingga 3 bulan setelah melahirkan.

Namun, Pap smear yang merupakan tindak lanjut dari penemuan abnormal sebelumnya tetap harus dilakukan selama hamil. Waktu yang paling tepat untuk melakukan Pap smear saat hamil adalah antara bulan ketiga dan keenam.

Deteksi dini kanker serviks dapat dihentikan setelah Anda mencapai usia 65 tahun atau lebih, bila tidak didapatkan riwayat perubahan sel serviks sedang hingga berat atau kanker serviks.

Hal yang sama berlaku bila hasil Pap smear Anda negatif selama tiga kali berturut-turut atau hasil co-testing negatif selama dua kali berturut-turut dalam 10 tahun terakhir. Dengan catatan, tes yang terakhir dilakukan dalam waktu 5 tahun terakhir.

Perlu diingat, Anda tetap membutuhkan deteksi dini sekalipun telah melakukan imunisasi HPV. Begitu juga dengan wanita yang telah menjalani pengangkatan rahim tanpa pengangkatan serviks.

Deteksi dini terbukti dapat menurunkan angka kematian akibat kanker serviks. Untuk itu, jangan enggan, malas, atau malu untuk melakukannya. Walau bagaimanapun, mencegah tetap lebih baik daripada mengobati.

Alodokter.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.