Iklan Clarion
Festival Pesona Budaya Tua Buton

Di Kendari, Masyarakat bisa Olahraga Yoga Sekaligus Berdonasi

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Gerakan yoga mulai diminati sejumlah kalangan masyarakat Kota Kendari. Bahkan, sejumlah orang membentuk komunitas agar olahraga satu ini rutin dan dilakukan bersama-sama. Salah satu komunitas itu berada di Kota Kendari bernama Yogami Kendari.

Akhir pekan merupakan waktu paling tepat oleh sejumlah orang yang memiliki aktivitas super sibuk untuk berolahraga. Kadang kala, olahraga bersama lebih menyenangkan dibanding individu. Yogami Kendari bisa menjadi pilihan tepat untuk berolahraga outdoor, terlebih berada di lokasi yang nyaman seperti Taman Kota Kendari.

Berada di pusat kota Kendari, Taman Kota ini menyatuhkan para pecinta yoga untuk berolahraga bersama sambil ditemani suasana sejuk dan hijau. Maka tidak salah, komunitas ini merutinkan kegiatannya setiap Sabtu pagi di lokasi tersebut.

Menariknya, anggota komunitas ini tidak sekadar yoga bersama. Namun yoga sekaligus berdonasi.

Di setiap pertemuan, anggota komunitas dapat berdonasi semampu dan seikhlasnya, tanpa ada batasan nominal. Apalagi untuk menjadi anggota, masyarakat tidak perlu bayar. Cukup membawa matras sebagai pengalas saat melakukan gerakan yoga. Jika tidak punya, pihak pengurus punya persediaan untuk dipinjamkan ke peserta.

Soal donasi, anggota komunitas akan memberikan sejumlah rupiah di setiap pertemuan. Nantinya, donasi yang terkumpul disalurkan ke sejumlah tempat. Misalnya pesantren atau panti jompo, lokasi bencana, maupun dalam bentuk santunan lainnya.

“Saya sangat bersyukur dan bahagia dengan Yogami Kendari, selain kita bisa sehat karena olahraga, kita juga memberikan sebagian rezeki kita pada yang membutuhkan,” ujar salah seorang pencetus Yogami Kendari, Nona, Sabtu (25/5/2019).

Yogami Kendari terbentuk pada 24 Februari 2018, dicetus oleh Nona (Mafon), Angky, Joice, dan Sari. Angky salah satu pencetus Yogami Kendari mengatakan, pihaknya terinspirasi oleh komunitas-komunitas yoga di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Jakarta dan Lampung yang menjadikan olahraga ini sebagai lifestyle sekaligus kesehatan tubuh.

“Kebetulan saya dari Lampung, ketika pindah ke Kendari saya berpikir mendirikan komunitas yoga di Kendari bersama teman-teman. Saat itu yoga belum terlalu dikenal secara luas oleh masyarakat Kendari,” jelas Angky, pencetus lainnya Yogami Kendari kepada Sultrakini.com.

Kata ‘mi’ pada kata yoga diambil dari logat Kendari, sehingga jika disambung artinya mengajak ayo yoga. Ini juga bagian dari strategi agar nama komunitas mudah diingat dan dikenal masyarakat.

Salah seorang anggota Komunitas Yogami Kendari, Aisyah (40), menuturkan sejak mengikuti yoga akhir 2018 dia merasakan banyak manfaat dan perubahan pada tubuhnya. Sebelum mengikuti yoga, ia rutin melakukan pijat refleksi. Tapi saat ini, pijat refleksi mulai jarang dilakukannya.

Pengurus komunitas berharap, olahraga ini lebih banyak diminati masyarakat, selain gerakannya mudah, juga tidak kalah pentingnya bagi kesehatan tubuh.

Laporan: Intan Juwita
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.