Di Pelabuhan

aku merawat janji
yang pernah kau lantangkan di pelabuhan nusantara
tempat yang diam-diam menghanyutkan harapanku
dan melayarkan bayanganmusuatu pagi aku menjunjung jagung hangat
siang hari menenteng gelas mineral
dan menjelang senja menjual kacang rebus
menawarkan segalanya seperti janda tanpa warisan
sekedar memastikan kau salah satu dari penumpang Cantika, Sagori atau Baharidengan segala rindu dan gairah
aku membaca cuaca
menerka mimpi-mimpinamun, sekali lagi,
janji pada suatu fajar dengan telapan tanganmu yang hangat
karam dan dilarikan ombak bulan desember*Dryati Alamia
([email protected])

Redaksi SULTRAKINI.COM menerima kiriman karya sastra (puisi, cerpen, essai, dll) dari pembaca untuk dimuat dalam kanal Edukasi-Sastra. Setiap pekan akan dikoreksi oleh para kurator Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara serta penyair dan penulis handal Sultra. Karya dapat dikirimkan melalui email: [email protected] dengan melampirkan identitas jelas.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.