Iklan Clarion
Festival Pesona Budaya Tua Buton

Diam-diam Bacagub Sultra Bangun Komunikasi Politik dengan PKS

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Secara diam-diam, tim pemenangan bakal calon Gubernur Sulawesi Tenggara merapat ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk melakukan lobi partai pengusung di Pilgub 2018 nantinya.

Komunikasi politik mulai dilakukan beberapa tim calon gubernur Sultra. Ketua Bidang Polhukam Dewan Pengurus Wilayah PKS Sultra, Rasyid, membenarkan hal itu.

Anggota DPRD Provinsi Sultra ini menyebutkan yang mulai merapat diantaranya tim Lukman Abunawas (LA), Rusda Mahmud, Amirul Tamim, Syafei Kahar, Hugua, Ridwan Bae, Abdul Rahman Farisi (ARF), Imran dan Tina Nur Alam.

“Belum resmi memang, tapi komunikasi ke arah dukungan maupun koalisi sudah terbangun. Kita masih terima semua saat ini,” kata legislator asal Dapil Konawe Selatan dan Bombana ini saat ditemui di sela Rakornas PKS di Depok, Selasa (7/3/2017).

Mengenai kedekatan, dia menyebut LA sudah dekat dengan PKS sejak menjadi Bupati Konawe hingga sekarang. Komunikasi politik dengan timnya pun sudah terbangun.

“Pak Lukman itu dekat dengan kita. Komunikasi kami juga baik sampai saat ini,” katanya.

Begitu pula dengan Rusda yang didukung PKS saat pemenangan Pilbup Kolaka Utara. Belum lama ini, timnya juga telah berkomunikasi tentang pencalonannya di Pilgub.

Syafei Kahar, semenjak berkoalisi dengan PKS di Pilkada Buton 2012 (mengusung Agus Sjafei-Yaudu Salam Ajo) dan Buton Selatan 2017 (Agus Sjafei-Arusani), tidak lepas berkomunikasi dengan PKS. Untuk Pilgub nanti, bahkan sudah merapat.

Begitu pula Tina Nur Alam maupun Hugua. Pendatang baru seperti ARF, juga rajin menjalin komunikasi politik.  Sayangnya PKS tak mau mengungkapkan lebih rinci.

“Intinya sekarang kami membuka komunikasi dengan siapapun yang mau menjadi bakal calon gubernur,” kata Rasyid.

Bagaimana dengan Asrun? Legislator tiga periode ini tak menampik kedekatan Walikota Kendari tersebut. Apalagi baru-baru ini berkoalisi dalam pemenangan Pilwali Kendari di Pilkada Serentak 2017.

“Tapi untuk Pilgub kita belum ada pembicaraan serius. Beliau memang sudah mengungkapkan, tapi belum ke arah sana (koalisi),” kata Rasyid.

Peluang Asrun untuk mendapatkan pintu PKS juga terbuka, namun harus berebut dengan kandidat lainnya.

Meski para Balon sudah berkomunikasi, bukan berarti dukungan akan langsung mengalir ke sana. Sebab ada mekanisme yang dilewati. “Kita harus teliti memilih kandidat untuk diusung, bukan hanya melihat hasil survei, tapi tingkat penerimaan sampai masyarakat bawah,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.