SUARA

Dianggap Picu Konflik, Kapolres Wakatobi 'Boikot' Pertunjukan Silat

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Pertunjukan Silat yang merupakan salah satu tradisi masyarakat pulau Wangiwangi saat perayaan hari besar maupun acara adat, kini tidak lagi diperbolehkan oleh Polres Wakatobi.Kapolres Wakatobi, AKBP Didik Supranoto SIK menilai, pertunjukan Silat akan memicu konflik di tengah-tengah masyarakat. Sehingga bukan lagi membina, pihaknya kini dengan tegas melarang diadakan.”Kalau silatnya yang profesional, yang ada padepokannya dan persatuannya itu tidak apa-apa. Tapi ini kan bukan silat tapi berantem, setelah mereka berantem, sudah pasti dendam dan jika ketemu di acara joget, pasti akan dilampiaskan di situ,” ungkap Didik di ruang kerjanya, Jumat (29/9/2016).Menurutnya, berdasarkan informasi beberapa tokoh masyarakat terkait Silat, pertunjukan yang dulunya digelar tidak seperti yang dipertontonkan saat ini.”Saya sudah nanya di beberapa tokoh masyarakat, namun mereka menjawab Silat yang sebenarnya bukan seperti sekarang lagi. Sekarang orang main silat sudah main pukul sesukanya saja,” kata Didik.Selama Silat belum dikembalikan ke budaya aslinya, lanjut Didik, maka pihaknya tetap tidak akan memberikan izin untuk diadakan pertunjukan Silat. Dia berharap Silat kembali ke ‘roh’ aslinya.”Selama itu bukan Silat kami larang, tapi kalau itu betul-betul silat, ada padepokannya dan aturannya, maka silahkan buat. Tapi ini kan bukan silat, tapi tinju bebas,” terangnya.Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.