SULTRAKINI.COM: WAKATOBI - Pemerintah Daerah Wakatobi akan fokus mengelola dan memanfaatkan Laut Banda dan Laut Flores sebagai tempat kesejahteraan bersama untuk mewujudkan program perdagangan antar pulau.

Diapit Dua Laut, Wakatobi Strategikan Perdagangan Antar Pulau
Kepulauan Wakatobi. (Foto: Google)

"Posisi Wakatobi sangat penting, karena diapit oleh dua laut luas yang memiliki potensi yang sangat besar. Disamping bisa dimanfaatkan sebagai jalur perdagangan antar pulau, juga bisa dikelola potensi kelautan perikanannya," kata Bupati Wakatobi, Arhawi, Rabu (8/11/2017).

Menurut dia, 81.000 ton ikan di laut banda, sekitar 17 persen atau 18.000 ton yang terkelola. "Sehingga dalam acara simposium maritim tanggal 10 November nanti, ada semangat bersama di antara 17 kabupaten/kota dan lima provinsi yang masuk dalam laut banda untuk memanfaatkan potensi di dua laut ini," lanjut Arhawi.

Terkait model perdagangan antar pulau kata dia, kemampuan dan pengalaman masyarakat Wakatobi tidak diragukan lagi, karena nenek moyang orang Wakatobi sudah menekuni kebisaan melaut sejak dulu. Sehingga dia optimis bisa menjalin kerja sama di wilayah yang masuk di laut banda tersebut. Disatu sisi, berdasarkan survei, 30 persen penduduk di sekitaran lokasi itu merupakan orang Wakatobi.

"Dulu orangtuanya kita mereka berlayar ke bagian timur untuk membeli hasil rempah-rempah, kemudian dijual ke pulau Jawa. Ada juga dengan perahu layarnya, mereka menawarkan jasa perahunya. Banyak pengusaha kita di bagian Maluku dan Papua," ujar Arhawi.

Dilansir dari www.wakatobikab.go.id, posisi geostrategis Wakatobi, selain diapit Laut Banda dan Laut Flores yang kayaakan sumber daya keanekaragaman hayati laut dan perikanan, kabupaten ini juga menempati posisi strategis, yakni perairan lautnya dilalui jalur perikanan kawasan Timur dan Barat Indonesia. Serta berada pada pusat kawasan segi tiga karang dunia (Coral Tri-angle Center) yang meliputi enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Philipines, Papua New Guine, Solomon Island, dan Timor Leste.


Laporan: Amran Mustar Ode

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations