Dikbud Sultra Ajak Generasi Milenial Teladani Kepahlawanan Oputa Yi Koo

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Melalui Seminar Nasional dengan tema Teladan Kepahlawanan dan Aktualisasi Nilai-nilai Perjuangan Sultan Himayatuddin dalam Sprit Kontemporer, Kamis (14/11/2019), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara mengedukasi generasi milenial untuk meneladani sifat dan nilai perjuangan pahlawan pertama Provinsi Sulawesi Tenggara itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Asrun Lio, mengatakan sebagaimana yang telah ditetapkan pada 8 November 2019 oleh Presiden RI, bahwa Sultan Himayatullah Muhammad Saidi atau dikenal sebagai Oputa Yi Koo sebagai salah satu pahlawan bangsa, Dikbud Sultra ingin mengungkapkan nilai-nilai perjuangan pahlawan nasional pertama di Sultra ini kepada khalayak atau generasi muda saat ini.

“Apa yang dilaksanakan oleh Dikbud hari ini melalui seminar adalah salah satu upaya mengungkapkan nilai-nilai perjuangan Sultan Himayatuddin yang dikorelasikan dengan nilai-nilai perjuangan pemuda atau generasi saat ini,” terang Asrun Lio di salah satu hotel di Kendari.

(Baca: Sultan Buton Mendapat Penghargaan Gelar Pahlawan Nasional)

Sebagaimana yang tertulis dalam sejarah, gelar Oputa ini diberikan pada pemilik nama Himayatuddin karena dalam perlawanan Sultan pada penjajah Belanda kala itu menggunakan strategis perlawanan gerilya. Jadi, waktu itu dia keluar masuk hutan, sehingga orang menyebutnya sebagai “Sultan di hutan”.

“Jadi nilai juang dari Sultan ini kemudian dibahas dan didiskusikan pada kesempatan seminar ini, makanya kita mengundang pakar dan peneliti dari Himayatuddin ini sendiri yang benar-benar menggali secara dalam sejarah perjuangan Sultan ini,” jelasnya.

gemilang simpeda bank sultra

(Baca juga: Oputa yi Koo, Sultan Buton yang Memukul Mundur Penjajah Belanda)

Sengaja Dikbud Sultra menghadirkan langsung peserta dalam seminar tersebut dari unsur akademik seperti profesor dari kampus-kampus, dosen-dosen sejarah, guru-guru sejarah, mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya, termasuk turunan dari keluarga besar Oputa Yo Koo. Semua jumlahnya sekitar 350 orang.

“Jadi di sini kita turut mengundang secara khusus turunan dari Oputa ini baik dari pihak bapak, ada juga turunan dari ibu Sultan ini, kita undang di sini dalam rangka ikut mendengarkan para ahli dan pakar pemateri, juga kehadiran mereka bisa memberikan pengalaman pribadi sebagai keluarga atau ekspresi yang mereka ketahui tentang Oputa,” tambah Asrun.

Secara kelembagaan, Dikbud juga ke depannya akan menjadikan sejarah Oputa Yi Koo ini sebagai salah satu bahan pembelajaran di bangku sekolah khususnya di tingkat SMA dan SMK melalui sebuah buku ajar.

Ke depannya, ia berharap apa yang menjadi nilai-nilai penting dalam sejarah pahlawan nasional ini ada nilai yang bisa diambil oleh generasi muda saat ini agar bisa teraktualisasi dalam kehidupan dan masa depan generasi muda atau generasi usia sekolah.

“Salah satu contoh, bagaimana Oputa ini memperjuangkan nasib dan hak-hal rakyatnya yang mendapatkan perlakuan yang tidak wajar dalam pemerintah, sehingga itu harus dilawan dengan cara dia sendiri,” ucapnya.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.