Dikbud Sultra Kembali Gagas Beasiswa Guru Produktif SMK

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra kembali menggagas program beasiswa untuk kurangnya guru produktif (guru kejuruan) di SMK. Sebenarnya program tersebut digagas sejak tahun 2018 lalu, hanya saja tidak berlanjut karena sulit mendapatkan universitas yang diajak kerja sama untuk program beasiswa tersebut.

Kadis Dikbud Sultra, Asrun Lio, mengungkapkan untuk program tersebut pihaknya masih memiliki kuota yang sama dengan tahun sebelumnya. Mereka tersebar pada semua kabupaten kota di Sultra yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

“Kami akan berupaya agar program beasiswa guru produktif ini, bisa kita laksanakan tahun ini,” ungkapnya, Senin (27/1/2020).

Dia menjelaskan, tahun lalu itu, pihaknya mencoba untuk bekerjasama dengan Universitas Halu Oleo (UHO), namun jurusan yang diharapkan tidak terbuka. Saat itu pihaknya diarahkan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan untuk dimasukan dalam pengembangan profesi guru (PPG).

“Sebenarnya kalau dilakukan dalam PPG akan lebih fleksibel lagi. Hanya saja, untuk bisa PPG setiap guru harus lolos kompetensi dasar terlebih dulu. Sementara beasiswa tersebut diarahkan untuk guru umum yang beralih menjadi guru produktif,” jelasnya.

Fortune

Dia menambahkan, tahun 2018 lalu pihaknya juga mencoba bekerjasama dengan Universitas Negeri Makassar (UNM), tapi terkendala dengan jumlah peserta yang tidak cukup untuk membukan satu kelas. Sebenarnya kalau melihat jumlah kuota itu cukup satu kelas, cuma jurusannya berbeda-berbeda.

“Kita juga sudah mencoba untuk menawarkan kelas jauh, namun tidak ada kesepakatan waktu itu. Olehnya itu, tahun ini kita coba lagi dengan mengikuti kelas yang sudah tersedia disana,” katanya.

Dia mengungkapkan, untuk mengatasi kekurang guru produktif tersebut, pihaknya sudah bekerjasama dengan dunia industri. Misalnya untuk guru automotif, pihaknya bekerjasama dengan bengkel dealer resmi. Artinya, mekanik disana akan mengajar di SMK sebagai guru produktif honorer.

“Hal ini merupakan salah satu langkah yang kami lakukan untuk mengatasi adalah bekerjasama dengan dunia industri, dengan menjadi guru produktif honorer,” tutupnya.

Laporan: Muh Yusuf
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.