Pilkada koltim

Dikonfirmasi Tentang Kelanggkaan BBM, Pemilik APMS Rendahkan Media

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Sikap tidak dewasa ditunjukan pemilik APMS di Wangiwangi Selatan Kabupaten Wakatobi bernama Naane. Ia merendahkan kerja media dan profesi wartawan. Bahkan cenderung menghina lembaga pers.Sikap itu ditunjukan saat seorang wartawan media online di Sulawesi Tenggara, Nuriaman, mengkonfirmasi adanya kelangkaan BBM jenis Premium di APMS milik Naane. Padahal, Nuriaman menyampaikan dengan baik hanya ingin mengkonfirmasi. Namun dijawab Naane dengan pernyataan \”pengecut\” dan berita itu \”tidak akan dipedulikan\”.Akhir pekan lalu, Sabtu (21/2/2016), Nuriaman menghubungi Naane via telepon seluler menggunakan layanan SMS. Ia meminta klarifikasi pemilik APMS, mengenai tanggapan masyarakat serta Kabid Pertambangan dan Energi Distamben Wakatobi, bahwa pihak APMS mengutamakan pelayanan kepada pengecer dibanding pengendara. Oleh masyarakat dan Distamben, APMS dinilai ingin meraup untung yang lebih besar dari pengecer dibanding pengendara. Pasalnya, pengisian Premium di APMS hanya dibuka mulai pukul 07:00 sampai 12.00 Wita. Sedangkan Pertamax dibuka sampai pukul 17.00 Wita, itupun tidak dibuka setiap hari. Sementara pengisian jerigen terus dilakukan.Usai mengirim SMS, Nuriaman ditelepon Naane. Namun saat itu tidak diangkat karena Nuriaman mengaku sedang berdiskusi dengan rekan-rekannya.\”Dan saya pun SMS dia, bahwa saya tidak sempat angkat karena saya masih berdiskusi sama teman-teman. Tapi malahan dia membalas smsku dengan mengatai saya, \’Pengecut. Kamu kira ada yang peduli beritamu\’,\” tutur Nuriaman memperlihatkan pesan dari Naane, Senin (22/2/2016).Nuriaman pun masih menghargai Naane dengan menjelaskan jangkauan beritanya karena sebagai media online yang dapat dibaca di manapun dan kapanpun.Sayangnya Naane membalas lebih keras tanpa sikap penghargaan. \”Kamu pikir saya takut siapa aja usil. Muat saja beritamu tidak akan ada yang gubris,\” demikian tulis Naane dalam pesan singkatnya kepada Nuriaman.Nuriaman menganggap perkataan yang dilontarkan oleh pemilik APMS ini merupakan tindakan yang menghina media.\”Saya bingung apa maksud perkataannya ini, tapi bahasanya ini mengarah kepada penghinaan terhap media oneline,\” ucapnya.(C)Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.