SUARA

Dinas P3A Kendari Gagas Pembentukan Profil Gender dan Anak

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Kendari mengupayakan pengumpulan data gender dan anak di Kota Kendari guna mencapai sebuah perencanaan yang lebih responsif melalui Rapat Koordinasi Forum Data Gender, Rabu (4/9/2019).

Kepala Dinas P3A Kendari, Sri Yastin, mengatakan pengumpulan data gender sangat penting untuk menyusun suatu perencanaan. Hal itu bisa terwujud dan tercapai ketika didukung dengan data gender yang baik dan bagus pula.

“Data gender ini sangat penting, misalnya ketika sewaktu-waktu OPD tertentu membutuhkan data bisa langsung koordinasi dengan kita. Dengan data ini juga bisa dipetakkan daerah sering terjadi kekerasan pada gender, tapi kita berharap kekerasan pada perempuan itu tidak terjadi lagi di Kendari,” kata Sri Yustin, Rabu (4/9/2019).

Sekretaris Dinas P3A Kota Kendari, Asridah Mukaddim, mengatakan forum koordinasi data gender ini sebenarnya sudah merupakan yang ketiga kalinya, untuk mengevaluasi sejauh mana data-data gender saat ini, berapa fiksnya, untuk pembuatan profil gender dan anak di Kota Kendari.

“Kita butuh data fiksnya untuk pembuatan profil gender dan anak. Pasalnya, dalam hal untuk perencanaan kedepan yang lebih responsif gender, maka kita harus menggunakan data yang tepat,” ungkap ASN yang pernah menjabat Dirut RSUD Kota Kendari itu.

yamaha

Asridah mengaku, selama ini pihaknya sudah memiliki data, hanya saja belum akurat untuk penyusunan perencaan sehingga Dinas P3A mengundang berbagai intansi diantaranya, Badan Pusat Statistik (BPS), Kemenkumham, kepolisian, LSM dan termasuk menghadirkan pemateri dari akademisi UHO untuk menyamakan data yang sudah ada.

“Berbagai elemen kita kumpul bersama, dengan menghadirkan pemateri top Sartiah Yusran yang merupakan dosen Pascasarjana UHO lulusan S3 Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Gender University of Melbourne, Australia. Artinya, melalui materi yang dibawakan akan memberikan pemahaman dalam forum ini, terkait pentingnya data dan apa dampaknya jika tidak ada data,” jelas Asridah.

Ia menegaskan, Dinas P3A sebagai leading sektor pembuatan profil gender dan anak butuh data yang betul-betul tepat dalam perencanaan pembangunan berbasis gender.

“Semoga dengan pertemuan ini kita bisa mensikronkan data dengan instansi lain, artinya data-data yang masuk betul-betul tepat dalam perencaaan kedepannya,” pungkasnya.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.