Dinkes Kendari Pastikan Posko Kesehatan Mudik 2018 Diisi 2 Tenaga Medis

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Mudik menjelang Idul Fitri menjadi tradisi di sejumlah daerah di Indonesia, tak terlepas di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Hajatan ‘balik kampung’ untuk merayakan momen kebahagiaan itu ditempuh pemudik, demi bisa merasakannya bersama keluarga.

Aktivitas demikian, tidak terlepas dari pengadaan posko keamanan maupun kesehatan di jalur mudik, seperti wilayah Kota Kendari menjelang Idul Fitri 1439 Hijriah. Tujuannya, memberikan keamanan berkendara dan menjaga produktivitas pemudik selama dalam perjalanan.

Meski hingga Ramadan ke-18 kabar kejelasan tersebut belum nampak, namun dipastikan posko akan selalu ada menemani pemudik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahminingrum, mengatakan panggilan rapat bersama aparat kepolisian sehubungan pengadaan posko mudik belum diterimanya. Diperkirakan dalam minggu ini pihaknya akan memenuhi tujuan itu.

“Kalau sekarang belum, karena kita menunggu rapat dari Polda atau Polres. Seperti tahun sebelumnya, dimana ada posko keamanan, ada posko kesehatan,” kata Rahminingrum kepada SultraKini.Com, Minggu (3/6/2018).

Persoalan lokasi posko, lanjutnya, Dinkes tidak memiliki wewenang dan sudah menjadi pertimbangan kepolisian dengan melihat titik-tiitk rawan.

“Masalah tempat bukan wewenang kami, itu sudah menjadi pertimbangan kepolisian. Iya, seperti pelabuhan (penempatan posko),” tambahnya.

Dijelaskannya, pengadaan ambulans di setiap posko nantinya tidak menjadi keharusan. Tetapi minimal dua tenaga medis akan siaga 24 jam di posko kesehatan.

“Ambulans tidak stan by di posko, tapi siaga. Satu posko minimal dua tenaga medis. Insya Allah, pasti kalau mau lebaran posko keamanan maupun posko kesehatan ada,” jelasnya.

Posko kesehatan mudik tahun sebelumnya, sekitar 12 posko disiagakan tersebar di wilayah Kota Kendari.

Dilansir dari jpp.go.id (3/6), Kementerian Kesehatan RI menyiapkan 3.910 pos kesehatan atau lebih banyak 84 titik dibandingkan lebaran tahun lalu guna melayani pemudik jelang lebaran, begitu juga arus balik lebaran.

Penambahan pos kesehatan seiring bertambahnya jalur alternatif mudik.

Selain memberikan pelayanan kesehatan kuratif rehabilitatif, juga pelayanan bersifat preventif promotif.

 

Laporan: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.