SUARA

Direktur HMTI Sebut Aksi "Save Nur Alam" Tidak Elegan

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Aksi solidaritas masyarakat Sultra “Save Nur Alam” ditanggapi miris Lembaga Swadaya Masyarakat Himpinan Masyarakat Tolaki Indonesia (LSM-HMTI). Direktur HMTI, Muh. Hajar memandang aksi tersebut tidak elegan.

Menurut aktivis asal Konawe tersebut, aksi dukungan moril kepada Gubernur Sultra, Nur Alam (NA) adalah tindakan yang ceroboh. Bagi dia, demo tersebut akan berimbas balik pada sang bapak pembangunan.

“Aksi yang kemarin itu menurut saya tidak elegan. Mungkin maksudnya memberi dukungan moril. Akan tetapi justru terkesan memberi intervensi kepada penegak hukum. Kalau sudah seperti itu, maka tentu akan berakibat buruk pada NA itu sendiri. Sebab, jika KPK merasa diintervensi justru akan lebih agresif menangani kasus ini,” jelasnya.

yamaha

Hajar mengungkapkan, NA adalah orang yang telah diberi gelar Apuno Mokole oleh Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sultra. Dengan kata lain, ia merupakan simbol raja yang ada di Sultra. Sehingga sebagai raja, masyarakat bisa meminta langsung kepada presiden terkait kasus NA.

“Menurut saya akan lebih elegan kalau masyarakat Sultra bertemu Presiden. Minta ke pak Jokowi untuk mengawal kasus Raja Sultra ini, agar tidak ada unsur politik yang bermain di dalamnya. Jadi, yang menjadi poin penting bukan atas nama Gubernur, tapi sebagai raja yang dihormati dan dicintai masyarakatnya,” tandasnya.

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.