Disebut Bohongi Publik, Tiga Anggota DPRD Mubar Ini Membantah

SULTRAKINI.COM: MUNA BARAT – Munarti yang tak lain Ketua DPRD Muna Barat (Mubar) bersama Amiludin dan Samad membantah telah melakukan pembohongan publik terkait surat pengunduran dirinya sebagai kader PAN.

Tudingan bermula saat ketiganya mengajukan surat pengunduran diri sebagai kader PAN, namun tak kunjung ditandatangani oleh pimpinan PAN. Munarti kemudian menggunakan tanda tangan aparat desa bernama Sulaiman sebelum disetorkan ke KPU sebagai salah satu persyaratan dalam pencalonannya bersama rekannya di Pemilihan Legislatif 2019, sebab dirinya telah berganti partai dan menggunakan kendaraan politik dari partai Nasdem.

“Kita terkesan dihalang-halangi oleh pengurus partai, siang-malam kita ke kantor selalu tidak ada orang, ke rumahnya ketua partai juga tidak ada, jadi mau gimana lagi. Karena waktunya semakin sempit, kami melakukan langkah-langkah tadi, yaitu meminta kepala desa bersama masyarakat untuk menyaksikan penyerahan surat tersebut untuk diteruskan ke pengurus partai,” kata dia, Jumat (3/8/2018).

Menurut Ketua DPD PAN Mubar, Laode Koso, pihaknya belum mengantongi surat permohonan pengunduran diri hasil tanda tangan aparat desa tersebut. Dia mengaku akan mempertanyakan legalitas surat tersebut kepada KPUD Mubar. Kata dia, tindakan ketiganya merupakan pembohongan kepada pihak KPU.

“Apa yang dilakukan ketiganya itu sama halnya telah membohongi KPU dengan cara memalsukan berkas,” ujar Laode Koso.

Ketua KPUD Mubar, Awaludin Usa, menerangkan pihaknya telah menerima berkas seluruh bacaleg termasuk anggota DPRD yang pindah partai. Begitu juga di tahap perbaikan berkas, seluruh berkas parpol telah dilengkapi kekurangannya.

“Mengenai surat pengunduran diri mereka itu sudah dilengkapi dan surat tanda terima itu sudah ada,” terang Awaluddin.

Laporan: Akhir Sanjaya
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.