Iklan Clarion

Dispora Muna Resmikan Flying Fox di Kawasan SOR La Ode Pandu

SULTRAKINI.COM: MUNA – Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara meluncurkan sarana wisata baru, yakni Flying Fox di kawasan sarana olahraga (SOR) La Ode Pandu pada Selasa, 1 Januari 2018. Sarana perdana ini ditujukan untuk menunjang kebijakan Pemerintah Daerah setempat di bidang pariwisata dengan tagline ‘Mai Te Wuna’.

Kepala Bidang Pembudayaan dan Olahraga Dispora Muna, M. Kamsil mengatakan pengadaan sarana flying fox serta sarana lain seperti turun tebing, jembatan titian, dan jaring laba-laba bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun anggaran 2017 senilai Rp 200 juta.

“Pengusulan ini sejak tahun 2016 lalu dan baru terealisasi di ABPD-P 2017. Selain sarana, kami juga mengirim dua orang untuk dilatih di Outbound Malang Manajemen pada Desember lalu, yaitu La Ode Nunung Rahmat Syah dan Muh. Bakrin sebagai tenaga ahli,” kata Kamsil saat ditemui SultraKini.Com, Senin (1/1/2018) sore.

Untuk melengkapi sarana wisata dan olahraga di SOR Laode Pandu, pihaknya nanti akan kembali mengusulkan anggaran di APBD-P tahun 2018 senilai Rp 200 juta atau menyasar lembaga sponsor.

“Di SOR La Ode Pandu ini, nanti kita akan mengembangkan sarana outbound dan sarana diving, bekerjasama dengan Other Scout Community sebagai tenaga ahli yang sudah disiapkan,” tambahnya.

Ditempat terpisah, pengelola flying fox, Laode Nunung Rahmat Syah mengungkapkan dalam pengelolaannya nanti akan menggunakan sistem bongkar pasang (portabel) sehingga dapat dijangkau di wilayah wisata lainnya guna mendukung kebijakan Pemda Muna.

Ditambahkannya, sarana wisata flying fox sudah dilakukan uji coba pada 28 Desember 2017 lalu dan setelah diresmikan dipungut biaya sebesar Rp 15 ribu untuk dua kali naik meluncur dari atas ketinggian. Namun permainan menantang tersebut, justru langsung diminati para pengunjung lokal baik anak-anak maupun dewasa.

“Peresmiannya berlangsung dari pagi hingga sore dengan pengunjung kisaran 50 orang. Dari kunjungan itu kami mendapat penghasilan Rp 750 ribu,” ungkap Nunung yang juga koordinator Other Scout Community.

Sementara salah satu pengunjung flying fox, Ando Arasandi warga Desa Tampo, Kecamatan Napabalano mengungkapkan sarana wisata flying fox sangat baik bisa menguji adrenalin dan merupakan sarana wisata yang mudah dijangkau masyarakat.

“Saya menilai masyarakat Muna butuh tempat seperti begini, di tengah kota ada arena olahraga, hiburan sekaligus sarana wisata,” tutupnya.

Laporan: Laode Alim/Arto Rasyid

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.