SUARA

Ditinggal, Hamin-Farid Sebut PBB Munafik

SULTRAKINI.COM: BUTON – Perebutan pintu partai sebagai kendaraan politik menuju Pilkada 2017 Buton, semakin menghangat. Dua pasang bakal calon bupati dan wakil bupati yang mencuat, beradu merebut kendaraan politik di jalur Parpol.Teranyar, perebutan pintu Partai Bulan Bintang antara pasangan H. Hamin alias La Rengke-Farid Bachmid dengan Umar Samiun-La Bakry, dipersoalkan. Pasangan Hamin-Farid menyebut pengurus cabang PBB Kabupaten Buton munafik. Sebab partai besutan Yusril Ihza Mahendra itu telah menyalahi mekanismenya sendiri dalam mengusung pasangan calon.Hal itu diungkapkan Farid Bachmid ketika ditemui di kediaman La Rengke, Kamis (14/7/2016). Menurut Ketua DPC PDIP Kabupaten Buton ini, tindakan yang tidak sesuai mekanisme itu adalah telah mengingkari kesepakatan yang dibuat sebelumnya. Pasalnya, saat pleno pertama PBB resmi mengusung H. Hamin alias La Rengke sebagai calon Bupati Buton pada Pilkada 2017.Sebagaimana diketahui, saat ini PBB menyatakan mengusung pasangan Umar-Bakry pada pertarungan Pilkada 2017 mendatang.”Kalau memang ada pleno kedua di internal PBB, harusnya pleno pertama di Lasalimu dimana mereka memplenokan Haji Hamin sebagai kosong satu, harus ada pembatalan pleno pertama. Tapi ini kan tidak, dan itulah munafiknya PBB,” kesal Farid didampingi La Rengke.Farid juga menuding Pengurus DPC PBB Kabupaten Buton tidak paham dan mengerti mekanisme partai, serta tidak memiliki etika dalam berorganisasi. Sehingga melakukan perbuatan sewenang-wenang dalam mengambil keputusan tanpa menilik keputusan yang dilakukan sebelumnya.”Mereka orang partai tapi tidak paham tentang mekanisme partai, karena partai itu punya tahapan, punya jenjang mekanisme yang jelas,” ketusnya.Bahkan ia menuding, Pengurus DPC PBB ternyata lebih mementingkan uang untuk meraup pundi-pundi melalui Pilkada, serta tidak mempunyai niatan memperbaiki sistem di Kabupaten Buton.”Ternyata PBB ini hanya datang minta uang, dan ketika tidak diakomodir, maka dia lari. Dan bukan memperbaiki sistem di daerah ini, tapi tujuannya hanyalah uang,” ungkap Farid.Sekretaris DPC PBB Kabupaten Buton, Musrifin Rifatu yang dimintai tanggapan mengaku tidak terlalu mempersoalkan pernyataan Farid Bahcmid. Sebab menurut dia, langkah yang diambil pengurus partai berlambang Bulan Bintang tersebut sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada.”Keputusan yang dilakukan oleh PBB dengan memplenokan Umar Bakry beberapa waktu lalu di Kota Baubau merupakan keputusan yang final dan mengikat pada tingkatannya yaitu di tingkat DPC. Hasilnya nanti akan dibawa ke tingkat DPW, selanjutnya DPW membawanya ke DPP untuk mendapatkan rekomendasi. Jadi DPC telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan mekanisme yang ada di internal PBB atas penetapan tersebut,” katanya saat dihubungi via telepon, Jumat (15/7/2016).Musrifin pun mengakui, bahwa sebelumnya PBB memplenokan H. Hamin sebagai Balon 01 dan akan berpasangan dengan Ketua DPC PBB Kabupaten Buton, La Ode Darwin sebagai 02. Pleno dilakukan di Kamaru Kecamatan Lasalimu.Namun dalam perjalanannya, lanjut dia, La Rengke kemudian menunjuk Farid Bahcmid untuk menggatikan La Ode Darwin. Sehingga PBB berkoordinasi ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) untuk mengambil tindakan.”Pleno yang di Kamaru itu bukan memplenokan orang per orang, tapi pasangan, yaitu H. Hamin dan La Ode Darwin. Tapi di dalam perjalanannya H. Hamin telah menunjuk Farid untuk menjadi wakilnya, sehingga kami cabut hasil pleno itu karena sudah tidak sesuai dengan kesepakatan awal, dengan berkoordinasi ke DPW,” jelasnya.”Mereka tidak paham juga dengn kondisi masing-masing partai, kami juga punya mekanisme dan rumah tangga sendiri. Kami tidak serta merta mengingkari yang telah kami lakukan, tapi semua itu atas perkembangan yang ada. Bagi kami, terserah mereka mau bilang kami tidak mengerti mekanisme, tapi yang jelas kami lakukan ini sesuai dengan aturan yang ada dalam partai kami,” pungkasnya.Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.