SUARA

Dituding Tak Transparan, Arhawi Diminta Berhentikan Kades Maleko

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Terhitung 14 hari sejak dilantik sebagai Bupati Wakatobi terpilih, H. Arhawi menerima aspirasi dari sejumlah masa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Desa Maleko, yang meminta Bupati mengeluarkan SK pemberhentian Kepala Desa Maleko, La Salama.

Masa menilai, Kepala Desa Maleko, Kecamatan Wangiwangi, tidak transparan dalam mengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) juga selalu melakukan tindakan sewenang-wenang dalam pengaambilan keputusan.

Dalam aksinya, masa sempat menggelar orasi di depan Kantor Bupati Wakatobi sebelum akhirnya di terima Bupati Wakatobi, H. Arhawi untuk berdialog diruangannya.

Saat menyampaian aspirasinya, perwakilan masa, La Ode Salama menyampaikan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Kades Maleko. Pasalnya Kades telah melakukan pemotongan honor perangkat desa sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu per orang dengan mengatasnamakan Pemda Wakatobi.

yamaha

Disamping itu kata La Ode Salama, problematika terbesar yang hingga kini menjadi masalah serius ditengah masyarakat adalah masalah proyek Pamsimas yang dianggarkan dari APBN. Sebab pembangunan bak penampung air bersih yang hingga saat ini belum diselesaikan, padahal pihak desa sendiri telah melakukan pengutan sebesar Rp 40 ribu tiap warga.

“Kami menilai bahwa kepala Desa maleko La Salama tidak menjalankan roda pemerintahan sesuai kaidah yang berlaku, mulai dari pengelolaan ADD yang tidak ada transparansi kepada masyarakat padahal telah diatur dalam pasal 27 poin (d) no 6 tahun 2014 tentang desa serta diindikasikan melakukan tindakan diskriminasi terhadap salah seorang warga setempat dan sejumlah perangkat desa,” ungkapnya

Menanggapi persoalan ini, H Arhawi langsung mengintruksikan bawahannya untuk segera melakukan kordinasi dengan Camat Wangiwangi untuk memfasilitasi pertemuan dengan Kades Maleko untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Aspirasi saudara-saudara saya terima dan akan menjadi catatan penting bagi saya sebagai Bupati, olehnya itu besok pukul 10.00 pagi saya sendiri selaku Bupati bersama sejumlah instansi terkait serta aparat kepolisian dan teman-teman pers akan turun langsung lakukan pemantauan terhadap adanya dugaan yang telah disampaikan dari awal,” janji Arhawi.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Bupati tersebut, puluhan masa pun membubarkan diri dengan tertib.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.