SUARA

Dorong Peternakan Jadi Sektor Wisata, Pemprov Siapkan Lahan 554 Hektar

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berencana menggunakan lahannya seluas 554 hektar di Kabupaten Bombana untuk dijadikan tempat wisata di sektor peternakan. Lahan tersebut dinilai cocok untuk program tersebut, karena bentang alamnya berupa sabana.

Diungkapkan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sultra, Muhammad Nasir, saat ini lahan masih bermasalah terkait izin penggunaan kawasan produksi, tetapi saat ini tengah diproses agar pemprov ke depannya tidak bersentuhan masalah hukum. Sambil menunggu proses tersebut, Dinas berencana memanfaatkan lahan dari 554 hektar yang sekarang sudah terbuka seluas 150 hektar.

\”Kita ingin kawasan ini bisa dijadikan pusat peternakan bersertifikat, pengemukan, dan sekaligus sebagai media pendidikan dan pelatihan, meskipun instalansi peternakan ada di kota,\” ujar Muhammad Nasir di ruang kerjanya, Jumat (17/6/2016)

\”Kita ingin mewujudkan impian di Kabupaten Bombana, yang sudah disiapkan master plan untuk pondasi dasarnya. Jadi siapapun pejabat berikutnya atau gubernur baru nantinya bisa memanfaatkan master plan yang cukup luar biasa karena bisa menjadi tempat wisata di sektor peternakan,\” ungkapnya.

yamaha

Contohnya, kata Nasir, seperti di daerah Sumatera Selatan yang luas lahannya hanya 225 hektar tetapi cukup luar biasa tertata rapi tanaman rumput-rumputnya dalam hutan.

Dijelaskannya juga, sejak tahun 2015 lalu Dinas Pertanaian dan Peternakan Provinsi Sultra sudah menanaman lima hingga enam jenis rumput, dan ditarget penyelesaian tanaman itu pada tahun 2017 seluasnya 100 hektar.

Untuk di Sultra, daerah peternakan sapi yang cukup besar berada di Kabupaten Konsel, Bombana, Koltim, Muna, dan Kolaka. Sedangkan untuk beras ada di daerah Kabupaten Konawe, Konsel, Koltim, Kolaka, dan Bombana.

\”Sekarang ini ada pengadaan sapi dari pusat sebanyak 2950 ekor dan muda-mudahan itu bisa bertahan,\” tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.