Dorong Popularisasi Kendaraan Elektrifikasi Toyota Perkenalkan Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Mendukung program pemerintah untuk akselerasi kendaraan elektrifikasi, PT Toyota-Astra Motor (TAM) memperkenalkan Prius Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) untuk melengkapi jajaran kendaraan elektrifikasi Toyota di Indonesia, yang sebelumnya telah diisi oleh Hybrid Electric Vehicle (HEV), dan dalam perjalanannya mendapat sambutan yang cukup baik dari masyarakat Indonesia.

Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, mengatakan sejak diperkenalkan pertama kali, kendaraan elektrifikasi Toyota brand telah terjual lebih dari 2.600 unit. Sehingga Toyota akan terus memperluas pasar kendaraan elektrifikasi, baik melalui kehadiran produk baru maupun melalui program untuk semakin memopulerkan pasar mobil elektrifikasi di Indonesia.

“Selain memberi pilihan terbaik kepada konsumen, langkah ini adalah bagian dari komitmen Toyota dalam mendukung program pemerintah Indonesia,” kata Henry, Selasa (17/3/2020).

Sebagai pionir dalam pengembangan mobil elektrifikasi pada tahun 2009, Toyota sudah mulai membangun pasar ini di Indonesia. Sebagai tahap awal, Toyota melakukan edukasi pasar dengan menghadirkan Prius HEV dan mensosialisasikan mobil ramah lingkungan ini ke masyarakat dan bekerja sama dengan pemerintah.

Bersamaan dengan itu, melalui kegiatan pameran otomotif nasional, Toyota juga mendatangkan berbagai prototype mobil elektrifikasi yang tengah dikembangkan. Tujuannya utamanya adalah untuk meningkatkan awareness masyarakat mengenai arah pengembangan sarana mobilitas masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Kemudian pada 2012, Toyota mulai memasarkan Camry HEV di Indonesia. Mobil ini mendapat respon positif dari pelanggan sehingga sampai saat ini tercatat sebagai mobil elektrifikasi dengan populasi terbesar di Indonesia yaitu lebih dari 1.600 unit.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy mengatakan memperluas pasar Toyota mendatangkan Alphard HEV, C-HR HEV, dan terakhir Corolla Altis HEV yang juga mendapat respon cukup baik dari pelanggan. Kehadiran Prius PHEV ini, diharapkan dinamika pasar kendaraan elektrifikasi semakin tinggi sehingga tujuan untuk akselerasi kendaraan elektrifikasi bisa tercapai.

“Ke depannya, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kami tentu akan terus melengkapi segmen mobil di Indonesia dengan berbagai line-up, termasuk Battery Electric Vehicle (BEV),” ujar Anton.

Prius PHEV hadir dengan fleksibilitas tinggi yang dapat memaksimalkan keuntungan dalam penggunaannya, dimana saat jarak dekat dapat menggunakan mode full electric layaknya BEV dan pada saat berkendara jarak jauh sistem akan secara otomatis menggunakan Hybrid system yang juga irit bahan bakar, rendah emisi, dan fun to drive.

Id Bulog

Anton, menjelaskn Toyota Prius PHEV pertama kali diperkenalkan tahun 2009 saat penyelenggaraan Frankfurt Motor Show. Pada Januari 2012, generasi pertama mobil ini resmi dipasarkan. Pada 2017, Toyota meluncurkan generasi kedua Prius PHEV dengan driving range yang lebih panjang ketika menggunakan mode BEV. Dengan performance durability dan reliability yang dimilikinya, mobil ini juga sukses melintasi lintasan rally Paris-Dakar sejauh 7.000 km, termasuk melintasi gurun pasir Sahara di Afrika pada Maret 2018.

Sejak diluncurkan pada 2012 hingga Desember 2019, Prius PHEV telah membukukan total penjualan 219.288 unit. Di pasar Amerika Serikat, dalam dua tahun terakhir yaitu 2018 dan 2019 mobil ini berhasil meraih angka penjualan tertinggi sehingga menjadi market leader di segmennya.

Salah satu kelebihan Prius PHEV adalah kemampuan baterai yang lebih besar dan model pengisian baterai melalui sumber eksternal. Fleksibilitas mobil ini juga telah teruji karena mempunyai driving range yang panjang.

Prius PHEV ditopang oleh engine 2ZR-FXE kapasitas 1.800 cc dengan power dan torque maksimum masing-masing 98 PS dan 142 NM serta motor listrik 1 NM/ISM dengan power dan torque maksimum masing-masing 53 Kw (98 PS) dan 142 Nm yang dalam mode BEV mempunyai cruising range sejauh 68,2 km. Dengan cruising range tersebut membuat Prius PHEV mempunyai fleksibilitas yang lebih baik sehingga penggunaannya menjadi lebih optimal.

“Prius PHEV menggunakan baterai jenis Lithium-Ion Battery yang mempunyai voltage 3.7 v per cell. Baterai ini mempunyai 95 cell sehingga secara keseluruhan mampu menghasilkan listrik 315.5 voltage. Battery capacity tercatat 8.8 kW. Untuk pengisian penuh dibutuhkan waktu 2 jam 20 menit jika menggunakan listrik dengan tegangan 220 Volt 16A,” ungkap Anton.

Tampil dalam desain aggressive dan emotional, Prius PHEV dibangun menggunakan platform TNGA. Tidak hanya membuat desain eksteriornya semakin menarik, penggunaan platform TNGA membuat rancang bangun mobil ini juga lebih aman dan stabil.

Interior PHEV lega dan dilengkapi audio display entertainment dengan layar 8-inch. Untuk sisi keselamatan, mobil ini didukung berbagai fitur keselamatan dengan standar tertinggi di Toyota yaitu Toyota Safety Sense (TSS), Blind Spot Monitor (BSM), Hill-Start Assist Control (HSA), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Tire Pressure Warning System, dan Vehicle Stability Control (VSC).

“Kami berharap melalui kehadiran Prius PHEV yang diawali dengan kolaborasi bersama GoFleet sebagai perusahaan penyedia dan pengelola kendaraan untuk mitra driver transportasi online ini akan semakin memopulerkan kendaraan elektrifikasi sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan pengalaman berkendara dengan kendaraan elektrifikasi,” Tutup Anton.

Laporan: Wa Rifin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.