Festival Pesona Budaya Tua Buton

Dosen UHO Latih Masyarakat Wakatobi Cara Olah Buah Mangrove Jadi Tepung Dan Sirup

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Tim Dosen Universitas Hau Oleo (UHO) memberikan pelatihan kepada sejumlah Ibu-Ibu Desa Kabita, Kecamatan Wangi-wangi selatan Kabupaten Wakatobi dalam pemanfaatan buah mangrove menjadi berbagai produk olahan yang bernilai ekonomi, Jumat (6/9/2019).

Kegiatan dilaksanakan di Balai petemuan Desa Kabita ini di ketuai oleh Prof. Dr. Jamili, M.Si, dan beranggotakan Dedy Oetama, S.Pi., M.Si, dan Dr. Nur Arfa Yanti, M.Si.

Jamili mengatakan buah mangrove dapat diolah untuk dijadikan tepung mangrove pengganti terigu.

“Buah mangrove memiliki kandungan energi jauh lebih tinggi dibandingkan beras dan jagung.” Katanya

Menurutnya, kandungan energi beras hanya sebanyak 360 kalori/100gr dan jagung sebanyak 307 kalori/100gr sedangkan buah mangrove jenis Bruguiera gymnorhiza atau dalam bahasa lokal dikenal Sello mengandung karbohidrat hingga 85,1 gr/100 gr.

“Buah sello tidak ditemukan setiap saat, buahnya hanya musiman. Pada saat buah melimpah, buah sello dapat di panen kemuadian langsung diolah sebagai tepung.” ucapnya.

Lanjutnya, tepung dari buah mangrove ini dapat disimpan sampai satu tahun, sehingga setiap saat dapat digunakan untuk membuat berbagai produk olahan.

Sementara, mangrove lindur memiliki kandungan energi 371 kalori/100gr. Kandungan karbohidrat dalam beras dan jagung juga lebih sedikit dibanding dengan karbohidrat jenis lindur. Kandungan karbohidrat dalam beras adalah 78,9 gr/100 gr, dan jagung 63,6 gr/100 gr, sedangkan lindur mengandung karbohidratnya 85,1 gram/100 gram.

Hasil dari kegiatan tersebut buah mangrove Bruguiera gymnorhiza dapat diolah menjadi aneka kue basah, buah mangrove Sonneratia alba diolah menjadi sirop, dan buah Xylocarpus granatum diolah menjadi lulur tabir surya.

 

Laporan: Amran Mustar Ode

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.