Iklan Clarion

Dosen UMK Cegah Kenakalan di SMPN 11 Kendari

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dosen Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) berupaya mencegah kenakalan remaja yang terjadi di SMPN 11 Kendari, Sambuli, Nambo. Para pelajar di sekolah yang terletak dipinggiran Kota Kendari itu dikenalkan dengan bahaya dan dampak yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja.

Salah seorang dosen pelaksana pengabdian, Rahayu Kojongian, menuturkan pihaknya ingin melihat tingkat kenakalan remaja yang terjadi para pelajar SMP yang terletak dipinggiran Kota Kendari. Hasilnya, ternyata banyak pelajar dari sekolah tersebut terlibat dalam kenakalan remaja.

“Melalui kegiatan pengabdian kami ingin mengenalkan kepada para pelajar tentang dampak dan bahaya dari kenalakan remaja ini. Biasanya, hal ini dimulai dari hal-hal kecil namun lama kelamaan akan meningkat dan berujung pada tindak pidana,” ujarnya, Selasa (13/11/2013).

Dia menjelaskan, pelajar yang melakukan pelanggaran hukum akan diproses sesuai ketentuan, meski mereka dalam kategori di bawah umur. Sebab itu, kenakalan remaja harus dicegah sedini mungkin. Pasalnya masa remaja merupakan transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa. Dalam masa ini, mereka mudah terpengaruh, entah itu hal positif maupun negatif.

“Kami berencana kegiatan ini bisa dilaksanakan hanya sekali, namun bisa dilakukan satu dua kali lagi. Kita akan evaluasi dan melihat rekam jejak kenakalan para pelajar melalui buku laporan bimbingan konseling. Dengan demikian, langkah penanggulangan yang dilakukan akan lebih tepat,” jelasnya.

Dr. Sabrina, yang juga melaksanakan pengabdian menuturkan ada beberapa hal masuk dalam kategori kenakala remaja ditingkat SMP. Diantaranya, bolos sekolah, bully menyontek, merokok, minuman keras dan kegiatan negatif lainnya.

“Biasanya, kenakalan remaja ini disebabkan oleh lingkungan dan pergaulan dengan sesama teman. Namun, semua hal ini kembali pada pribadi kita masing-masing,” katanya.

Salah seorang pelajar SMPN 11 Kendari, Johan, mengatakan bahwa mereka merasa mendapat banyak pengetahuan tentang bahaya dari kenakalan remaja. Mungkin saat ini masih sebatas hal-hal kecil, namun jika dibiarkan akan meningkat ketindak pidana. “Melalui kegiatan ini, kami memahami untuk menghindari kenakalan remaja harus banyak melakukan kegiatan positif,” ujarnya

Kepala SMPN 11 Kendari, Muliadi, mengungkapkan pihaknya mengapresiasi kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh dosen UMK tersebut. Pasalnya, kegiatan tersebut dapat menyadarkan kepada siswa agar tidak terlibat dalam kenalakan remaja. “Karena hal ini akan berpengaruh pada masa depan mereka,” tutupnya.

Laporan: Muh Yusuf
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.