Pilkada koltim

DPP Golkar Belum Keluarkan Rekomendasi, Ridwan Minta Disurvei

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Salah satu figur yang berwacana tampil di pemilihan gubernur Sawesi Tenggara, Ridwan Bae meminta dirinya disurvei sebelum pihak DPP Partai Golkar memberikan surat rekomendasi kepadanya.

Ridwan mengaku langkah itu diambil agar lebih realistis dalam menentukan sikap di pemilihan gubernur yang digelar 27 Juni 2018 mendatang. 

Ketika ditanya apakah hasil survei sebagai penentu maju atau tidaknya di pemeiliha gubernur, ia tak menampik. “Sepertinya begitu,” jawabnya singkat kepada SultraKini.Com melalui sambungan telepon, Rabu (16/8/2017). 

Namun, terkait tinggi rendah atau tingginya hasilsurvei, Ridwan menganggap hak tersebut sesuatu yang relatif. Untuk itu, nantinya ia akan lebih melihat pada kecenderungan masyarakat.

“Dalam survei yang dilihat itu kecenderungan. Walaupun rendah tapi kalau kecenderungan saya berpotensi, maka pasti saya maju,” tegas Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tenggara ini. 

Meski belum mendapatkan rekomendasi, ia tak merasa khawatir terhadap beberapa pihak yang mengklaim bisa mendapatkan rekomendasi partainya melalui DPP langsung. Sebab menurutnya Golkar punya mekanisme dalam memberikan dukungan. 

“Orang Golkar yang diutamakan. Kecuali saya tidak mau maju baru berpikir ke yang lain,” tegasnya. 

Pilkada

Sementara penjajakan untuk posisi wakilnya, anggota DPR RI ini mengaku sedang berkomunikasi dengan beberapa nama yang telah dibidiknya sejak awal. Dari lima nama yakni Tina Nur Alam, Lukman Abunawas,  Abdul Sadat, Muhammad Endang, dan Yusran Silondae, Ridwan mengaku mengikut yang diinginkan DPD II se-Sulawesi Tenggara. 

“Prioritasnya kata ketua-ketua DPD II se-Sultra lebih cenderung ke ibu Tina,” tandasnya. 

Partai Golkar sendiri di DPRD sulawesi Tenggara mempunyai 7 kursi. Butuh setidaknya dua kursi untuk dapat mengusung satu pasangan calon. Golkar tidak membuka penjaringan dengan alasan karena mengusung kader sendiri. 

Sementara itu Ridwan telah mendaftar di lima partai yang membuka penjaringan. Kelima partai itu yakni Partai Nasdem, PDIP, PPP, Partai Hanura, dan Partai Demokrat. Namun, belakangan nama Ridwan dicoret pihak Demokrat karena dianggap tidak melengkapi administrasi yang disyaratkan.

(Baca: Resmi Mendaftar di Hanura, Ridwan Bae Janji Tak Borong Partai)

(Baca juga: Dua Nama Dibidik Ridwan Sebagai Wakil di Pilgub Sultra)

Laporan: Didul Interisti

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.