DPRD Bombana Temukan Pencemaran Sungai oleh PT SUN

SULTRAKINI.COM: BOMBANA – Aktivitas penambangan emas PT. Sultra Utama Nikel (SUN) di Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana, telah mencemari aliran sungai yang menuju ke bendungan masyarakat.Penegasan itu disampaikan anggota DPRD Kabupaten Bombana, Rumiyanto, usai melakukan investigasi langsung di lokasi penambangan PT SUN, Sabtu (30/7/2016).”Ada aduan masyarakat bahwa PT SUN ini telah cemari air sungai yang menuju ke bendungan. Setelah saya kroscek di lapangan, ternyata laporan itu benar,” ujarnya.Politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, sedikitnya ada dua sungai yang sudah dicemari.  Aktivitas penambangan emas itu telah menyentuh hingga ke badan sungai.Fatalnya, sungai yang dicemari itu, sambung Rumiyanto, merupakan aliran air yang menuju langsung ke Bendungan Langkowala. Sebuah bendungan tempat bergantungnya ratusan hektar persawahan masyarakat se Kecamatan Lantari Jaya.”Ini pelanggaran dan amat berbahaya sekali. Aktivitas penambangan itu telah menyentuh ke badan sungai. Akibatnya, air sungai yang dulunya jernih itu, kini telah bercampur dengan lumpur,” ujar Rumiyanto usai mengamati langsung aktivitas PT SUN.Bukan cuma kejernian air atau masuknya unsur kimia yang jadi betik kecemasan. Namun bendungan besar itu, perlahan debit airnya mulai mengecil,  hingga mengalami kekeringan.”Bendungan itu kini sudah disesaki sedimentasi. Lumpur yang banyak disana. Dulunya tidak begitu. Tapi kini, lumpur dan mengecilnya debit air itu menjadi betik kecemasan yang serius bagi para petani,” jelas Rumiyanto.Penegasan politisi asal Dapil Rumbia ini dibenarkan oleh warga setempat. “Air untuk persawahan kami sudah susah sekarang. Beharap air di Bendungan Langkowala, tapi kini sudah lumpur yang banyak. Padi mulai diserang penyakit, hasil panen berkurang, bahkan terancam gagal panen,” terang Sagita Aliawan, salah seorang warga Kecamatan Lantari Jaya.Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.