SUARA

DPRD Dukung Pengembangan Jabon Merah dari Tim PKM FHIL UHO di Bombana

SULTRAKINI.COM – BOMBANA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, mendukung penuh upaya pengembangan jabon merah di wilayah setempat yang dilakukan oleh pihak Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Maju Makmur.

Dalam program itu, pihak UHO dari Tim PKM Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) telah merencakana untuk membudidayakan jabon merah di Desa Toburi, Kecamatan Poleang Utara.

Sosialisasi tentang rencana penanaman tanaman jangka panjang itupun sudah mulai dilakukan dari tim peneliti PKM yang disambut baik oleh salah satu anggota DPRD Bombana pada, Jumat (14/8/2020) kemarin.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bombana, Ardi Alimuddin, yang menghadiri langsung kegiatan ini yang terpusat di Balai Desa Toburi dan persemaian bibit KTH Maju Makmur mengaku sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pihak UHO dalam hal ini Tim PKM dari Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan.

“Ini sudah sesuai dengan tridharma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Nah PKM ini salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Tentunya selaku pimpinan DPRD kami mengapresiasi kegiatan ini,” ujar politisi PAN tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah (Pemda) untuk mensupport, apalagi terkait pelestarian lingkungan.

“Ini salah satu kewajiban kami dalam melestarikan lingkungan dalam hal ini kehutanan. Karena hutan merupakan paru-paru dunia. Saya ingin kedepan kegiatan ini disinergiskan antara tanaman kehutanan dan tanaman perkebunan seperti cengkeh. Termasuk mengandeng KPH Tinorima jalan bersama dalam menjalankan tugasnya,” ucap Ardi.

Sementara itu, Ketua Tim PKM FHIL UHO, Faisal Danu Tuheteru, menjelaskan bahwa PKM ini beranggotakan dua dosen lainnya yakni Prof Dr Ir Hj Husna MP dan Wa Ode Yusria SP MSi. Masing-masing membawakan materi mulai dari budidaya hingga pemanfaatan pupuk hayati mikoriza sebagai upaya memperbaiki kualitas bibit Jabon Merah.

Faisal mengatakan, PKM merupakan program kemitraan yang pendanaanya bersumber dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani hutan dalam membudidayakan jabon merah.

yamaha

“PKM kali ini kita mengandeng KTH Maju Makmur, tidak lain untuk meningkatkan kapasitas petani yang tergabung dalam KTH Maju Makmur. Jadi bentuk kegiatannya berupa sosialisasi, penyuluhan, bimtek, pembuatan demplot pembibitan kapasitas 3.000 bibit serta monitoring dan evaluasi,” ujar dosen yang kesehariannya mengajar di FHIL UHO itu.

Tidak hanya itu, sambung Faisal, tim PKM juga memberikan materi tentang pemanfaatan pupuk hayati mikoriza yang mampu menyediakan unsur hara dan air bagi pertumbuhan jabon merah yang dibawakan oleh Prof Husna.

“Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) itu mikroba tanah yang berasosiasi dengan perakaran tanaman. Jika simbiosis berjalan dengan baik, maka tanaman terbantukan oleh FMA karena mampu menyediakan unsur hara dan air untuk pertumbuhan tanaman, termasuk mampu meningkatkan kualitas bibit jabon merah, ” jelas Prof Husna.

Prof Husna berharap, kegiatan yang berlangsung dua hari itu mampu meningkatkan kapasitas pengetahuan petani hutan sehingga dapat membudidayakan jabon merah secara mandiri. Terlebih lagi memang sambungnya, jabon merah memiliki keunggulan karena kayunya dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga.

“Tim PKM LPPM UHO mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yakni Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbud, ketua LPPM UHO, Dekan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) UHO, kepala KPHP Tinorima, Camat Poleang Utara dan kepala Desa Toburi serta mitra kami KTH Maju Makmur atas dukungan dan partisipasinya sehingga rangkaian kegiatan PKM berjalan dengan lancar,” pungkas Prof Husna.

Ditempat yang sama, Ketua KTH Maju Makmur, Samsul, juga berharap kedepan kegiatan serupa tetap berkelanjutan, namun lebih fokus terhadap pemanfaatan mikoriza sebagai pupuk hayati ramah lingkungan.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan. Apalagi, teman-teman KTH tertarik dengan pupuk hayati mikoriza yang dijelaskan Prof Husna,” ungkapnya.

Perlu diketahui, kegiatan ini dihadiri sekira 30 peserta terdiri dari anggota KTH Maju Makmur, KPHP Tinorima dan mahasiswa FHIL UHO. Termasuk, Sekdes Toburi dan para perangkat desa lainnya yang berlangsung sejak 13 hingga 14 Agustus. (B)

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.