DPRD Kendari: Pasar dan Pedagang di Kendari Butuh Penataan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari melakukan asesmant pada tiga pasar di wilayah setempat, Senin (27/1/2020).

Ketiga pasar tersebut yakni Pasar Sentral Wua-wua (Pasar baru), Pasar Panjang dan pasar Pedis Market Puuwatu. Kunjungan yang diawali di Pasar Sentral Wua-wua, lima orang anggota DPRD yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II yakni Andi Silolipu, Sahabuddin, Arwin, Amiruddin, dan ditambah Ketua Komisi I Rizki Brilian Pagala, dikagetkan dengan kondisi pasar yang sepi.

Selain itu, anggota komisi juga menemukan beberapa kejanggalan di pasar baru, banyak lods-lods pedagang yang notabennya sudah dimiliki, namun tidak digunakan, dan pemiliknya justru berjualan di kawasan pasar lain.

Hal itu, menurut para pedagang setempat menjadi permasalahan utama sehingga menjadi penyebab sepinya pengunjung di Pasar Sentral Wua-wua.

“Bagaimana mau tidak sepi, meraka menjual di pasar panjang, kalau mereka sudah kembali pasti disini akan rame juga, makanya DPRD harus bantu kami disini,” pinta salah satu pedagang menyambut rombongan Komosi II yang menyusuri lods pasar.

Di Pasar Panjang, hasil asesmant para wakil rakyat itu, dari penelusuran alasan para pedagang yang mau bertahan di lokasi itu, yang bukan peruntukkannya sebagai kawasan pasar, adalah faktor keuntungan yang dicapai dengan banyaknya pembeli.

Tapi pihak dewan, menilai meskipun pedagang mendapatkan keuntungan tapi tidak sebanding, jika mereka mau berjualan di Pasar Sentral Wua-wua.

“Intinya kalau mereka mau kompak kembali di pasar wua-wua pasti disana akan ramai, cuman ini sebagian masih memilih bertahan,” kata Andi Silolipu.

Kata Andi, pihaknya akan terus berupaya melalui jalur persuasif agar pasar ini tidak lagi beroperasi karena tidak ada regulasi yang membenarkan keberadaannya.

Begitu juga dengan pasar pedis market, dari hasil peninjauan langsung, dewan menginginkan agar kawasan pasar lama itu bisa diaktifkan kembali sebagai kawasan bongkar muat pedagang sayuran dari wilayah lain di sekitar Kota Kendari.

Andi Silolipumenyimpulkan bahwa dari hasil asesmant ini, DPRD akan mengundang seluruh pihak-pihak terkait di pasar, guna untuk melakukan pembahasan langkah-langkah penataan kembali pasar-pasar yang masih semrawut di Kendari.

“Jadi perlu ada lagi zonasi-zonasi pasar, sehingga bisa teratur, apalagi banyak saat ini tumbuh dan berkembang pasar-pasar ilegal itu harus di tertibkan supaya tata kota ini bisa tertata dengan baik. Olehnya itu, DPRD akan membentuk pokja khusus, dan perlu diundang seluruh stakeholder terkait yang berkaitan dengan pasar itu termasuk pengelolah pasar untuk membuat forum khusus bagaimana pasar ini bisa bagus,” ucap Andi Silolipu.

Politisi PDIP itu juga mengaku bahwa dengan kondisi pasar saat ini, DPRD akan mengambil langkah-langkah khusus, sehingga bisa melahirkan program kerja untuk membenahi pasar-pasar baik dari segi kebersihan, keamanan, maupun untuk peruntukkan transportasi atau parkir.

“Soal pasar ini memang harus didudukan bersama antara pemerintah, OPD terkait, pengelola pasar, pedagang dan ditengah-tengah ada DPRD. Kita juga berharap dalam pengelolaan pasar itu tidak ada oknum yang bermain-main,” pungkasnya.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.