DPRD Muna Setuju Pemda Usulkan Pinjaman Rp 401,5 Miliar ke PT SMI

SULTRAKINI.COM: MUNA – DPRD Muna menerima permohonan pinjaman anggaran Pemda Muna ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp 401,5 miliar. Hal ini dibahas dalam Rapat Banggar, Senin (18/1/2021).

Pihak DPRD Muna mempersoalkan pinjaman anggaran yang diusulkan Pemda. Sebab, dikhawatirkan akan membebani APBD di tahun-tahun mendatang.

“Persolan setuju itu gampang, tapi yang paling penting itu mengapa kita setuju itu yang harus kita tahu,” ucap Anggota Banggar DPRD Muna dari Fraksi Hanura, Zahrir Baitul.

Mewakili Pemda Muna, Kepala Bappeda, La Mahi menjelaskan alasan pinjaman itu diusulkan.

Menurutnya, Dana Alokasi Khusus senilai Rp 630 miliar sekian dan Pemda juga menerima dana bagi hasil baik dari provinsi maupun dari pusat sekitar Rp 800 miliar. Sementara dana lainnya tidak bisa menentukan angka pinjaman sebab dana-dana itu merupakan dana yang berhadapan.

“Jadi perhitungan kita, penerimaan di luar dari PAD Pemda Muna sekitar 800 miliar termasuk pendapatan rill setiap tahun. Total belanja rutin kita, belanja gaji 438 miliar sehingga masih ada surplus APBD Muna,” terang La Mahi.

Dengan perhitungan itu ditambah lama pinjaman selama 8 tahun dinilai bisa tertangani jika usulan tersebut disambut baik, sehingga total pendapatan Pemda Muna sebesar 20 persen untuk membayar utang pinjaman.

“Jadi kita hitung, total pinjaman dan lainnya pembayaran sekitar 50 miliar pertahun selama 8 tahun dari APBD Muna. Itulah rencana Pemda untuk meminjam,” jelasnya.

Kantor Bulog Raha

Ditambahkannya karena Peraturan Kementerian Keuangan 109 menyatakan 8 tahun yang sebelumnya di PMK 105 mengatur 10 tahun sehingga rasio Pemda Muna untuk mengembalikan Rp 50 miliar, plus bunga dan lainnya.

“Itulah yang menjadi alasan mengapa Pemda Muna meminjam 400 miliar sesuai permohonan yang diajukan,” ujarnya.

Alasan lainnya direncanakan pinjaman berkaitan dengan pemulihan ekonomi nasional. “Kita punya tiga Dinas Kemakmuran, yakni Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. Masing-masing akan dialokasikan anggaran di dinas itu,” tambahnya.

Pinjaman juga, kata dia, akan menyelesaikan masalah pasar sehingga bangunannya menjadi representatif dan menyelesaikan jalan-jalan penghubung di Muna.

Awalnya nilai pinjaman hanya Rp 400 miliar, namun alasan kebutuhan mendesak dari BPS sehingga nilainya menjadi Rp 1,5 miliar.

Mendengar penjelasan itu, DPRD Muna menerima permohonan usulan pinjaman ke PT SMI

Dia juga menginformasikan kepada Dewan, bahwa awalnya pinjaman hanya 400 miliar, hanya saja ada kebutuhan yang mendesak dari kepentingan BPS 1,5 miliar menjadi 401,5 miliar. (C)

Laporan: LM Nur Alim
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.