SULTRAKINI.COM: MUNA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muna menjelang akhir tahun 2017 ini membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) bersama pemetintah setempat. Dua diantaranya merupakan inisiatif DPRD sendiri, sedangkan lainnya usulan dari Pemda Muna.
DPRD Paripurnakan Raperda tentang Hewan Ternak, Miras dan Desa
Wakil Ketua DPRD Muna, La Ode Dyrun menyerahkan Raperda kepada Wakil Bupati Muna, Abdul Malik Ditu. (Foto: Arto Rasyid/SULTRAKINI.COM)

Ketiga Raperda itu adalah Penertiban Hewan Ternak dan Pengendalian Minuman Keras sebagai inisiatif DPRD, serta Raperda tentang Desa yang menjadi usulan Pemda Muna. Penyerahan Raperda diserahkan melalui rapat paripurna oleh Wakil Ketua DPRD di ruang sidang paripurna DPRD Muna, yang diterima Wakil Bupati, Abdul Malik Ditu.

“Kedua Raperda ini atas inisiatif yang dilahirkan oleh anggota DPRD Muna, guna menciptakan Muna yang bersih hingga menciptakan suasana yang aman dan sejahtera,” jelas Wakil Ketua DPRD Muna, La Ode Dyrun mengenai Raperda inisiatif DPRD.

Ketua DPRD Muna, Mukmin Naini (Foto: Arto Rasyid/SULTRAKINI.COM)

2017, DPRD Lahirkan 6 Perda

Sementara itu Ketua DPRD Muna, Mukmin Naini, menambahkan, tahun ini DPRD bersama Pemda Muna juga telah menetapkan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Muna periode 2016-2021. Selain itu, telah melahirkan enam Peraturan Daerah (Perda), 10 keputusan, tiga putusan pimpinan DPRD, dan telah menerima 103 aduan masyarakat.

“Mari bergerak maju ke depan bersama kita bisa, abaikan perbedaan dan kokohkan persamaan,” pesannya.

Rapat Paripurna DPRD Muna bersama Bupati dan Wakil Bupati Muna. (Foto: Arto Rasyid/SULTRAKINI.COM)

Muna Mengalami Geliat Kemajuan

Bupati Muna, LM Rusman Emba, beberapa waktu lalu mengatakan, perjalanan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Muna secara perlahan mengalami geliat kemajuan. Meski masih banyak permasalahan yang muncul, baik secara langsung maupun tidak terhadap dinamika kehidupan masyarakat.

“Muna sesungguhnya punya potensi bila dibandingkan kabupaten lain. Keunggulan tersebut meliputi kekayaan sumber daya alam, SDM, letak geografis yang strategis dan modal sosial,” katanya.

Aksesibilitas daerah, tambah mantan anggota DPD RI ini, terus diupayakan dengan menjalin kerjasama dengan BUMN penerbangan, Garuda Indonesia. Bentuknya membuka rute penerbangan Raha-Makassar. Kini fasilitas itu sudah dapat dinikmati.

Begitu pula penyeberangan Fery Raha-Pure, juga terus dilakukan. Tahun 2018 mendatang, rute penyeberangan ini sudah dapat dinikmati masyarakat Muna. (Parlementaria)

Laporan: Arto Rasyid

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations