Iklan Clarion

DPRD Sultra Geram Solar Langka, Pertamina akan Dipanggil

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar, menjadi salah satu penyebab banyaknya antrian panjang kendaraan di beberapa SPBU di Sulawesi Tenggara akhir-akhir ini. Tak sedikit masyarakat mulai mengeluhkan kondisi tersebut kepada DPRD Sultra untuk menindaklanjuti.

Ketua Komisi III DPRD Sultra, Sarlinda Moke, mengatakan tuntutan masyarakat terkait kelangkan solar akan mengevaluasi penyebabnya dengan rapat dengar pendapat yang menghadirkan pihak Pertamina BPH Migas, dan lembaga terkait.

“Kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar ini bukan cuman sekarang terjadi, ini seringkali terjadi. Kami harus tahu apa penyebabnya, jangan ada penimbunan BBM sehingga terjadi kelangkaan. Ini yang perlu didengarkan dari pihak Pertamina,” ujar Sarlinda Moke, Jumat (14/9/2018).

(Baca: Pertamina Sanksi Tiga SPBU Nakal di Kendari)

Politisi Demokrat itu, menduga terdapat sejumlah oknum memanfaatkan kelangkaan untuk memperkaya diri sendiri dengan cara menimbun dan menaikan harga BBM. Dia menegaskan, akan menindaki oknum maupun SPBU nakal dengan pencabutan izin.

“Sebenarnya kita juga dari pihak DPRD sangat geram dengan hal ini, karena seringkali memanggil pihak Pertamina tapi masih saja terjadi. Apalagi saat ini sudah banyak perusahaan tambang. Kami dari komisi III tidak akan segan-segan untuk menutup SPBU dan menegur pihak Pertamina, karena itu sudah tugas kita mengawasi solar itu, apalagi ini sudah merugikan masyarakat,” ucap Sarlinda.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

  1. Anni berkata

    Jangan cuma solar, coba juga tanyakan masalah elpiji 3 kg yg susah didapat di pangkalan, tapi di warung-warung banyak dan harganya sudah 25 ribu. Yg aneh warung2 ini dapatnya dari mana ?

  2. Yasri berkata

    Ini karena beberapa SPBU di Kota Kendari sudah menjual BBM Solar Non Subsidi, jadi mobil yg tadinya mengisi di SPBU tersebut (SPBU yg beralih menjual Solar Non Subsidi) akan berpindah ke SPBU yg masih menjual solar Subsidi jadinya terjadi peningkatan jumlah konsumen yg mengakibatkan adanya antrian panjang

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.