DPW PKS Sultra Intruksikan Kader jadi Oposisi dan Jaga NKRI

SULTRAKINI. COM: KENDARI – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sulawesi Tenggara mengintruksikan kepada seluruh kader partai, hasil Rakornas di pusat pada November 2019 lalu bahwa PKS tetap jadi partai oposisi dan tetap menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Intruksi tersebut disampaikan langsung oleh Plt Ketua DPW PKS Sultra, Yaudu Salam Ajo, pada saat momen Training Orientasi DPD PKS Kota Kendari di salah satu hotel, Sabtu (18/1/2020).

“Hasil Rakornas beberapa waktu lalu di pusat bahwa PKS tetap konsen menjaga nilai-nilai demokrasi, makanya sikap politik demokrasi indonesia PKS oposisi, konstruktif dan konstitusional. Sikap PKS tersebut sebagai bentuk memuliakan nilai demokrasi, sebagai penyeimbang,” ungkap Yaudu Salam Ajo dihadapan kader partai di Kota Kendari.

Katanya, poin kedua hasil Rakornas adalah PKS berkomitmen untuk tetap menjaga NKRI, tidak ada tawar menawar. Berkomitmen menjaga pilar-pilar kebangsaan, mulai dari Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai konsekuensi dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Tidak ada lagi kader partai yang tidak berkomitmen menjaga NKRI,” tegas Yaudu.

Mantan Anggota DPRD Sultra itu juga menyampaikan poin ketiga hasil Rakornas adalah bahwa seluruh pejabat publik yang merupakan melalui hasil Pemilu maupun Pilkada, berkewajiban mewujudkan dan merealisasikan serta memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi atau kepentingan masyarakat utamanya seperti apa yang disampaikan saat kampanye.

Fortune

“Jadi apa yang disampaikan saat kampanye atau pertemuan – pertemuan dengan masyarakat saat pencalonan wajib hukumnya tanpa ada titik koma, harus direalisasikan dan diwujudkan,” ucapnya.

Upaya menjaga NKRI, katanya, bisa diwujudkan melalui penciptaan keamanan dan kedamaian dilingkungan masyarakat, baik dari ancaman teror, kenakalan, maupun ancaman lainnya. Hal itu bisa wujudkan melalui pendidikan politik pada kader, masyarakat simpatisan maupun tim sukses.

“Jadi wajib bagi kader maupun masyarakat simpatisan mendapatkan pendidikan politik. Jadi training orientasi ini tidak hanya dilakukan satu kali tapi bisa dilakukan sampai di kecamatan maupun di kelurahan,” katanya.

Maka dari itu, pada kesempatan training orientasi ini, DPD PKS Kota Kendari menghadirkan langsung pemateri dari unsur TNI yakni Dandim Kodim 1417/Kendari.

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.