Dua Hari Melarikan Diri, Pria Yang Habisi Nyawa Sahabatnya Akhirnya Dibekuk Polisi

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Pelaku penganiayaan yang menewaskan Arpan (21), akibat ditikam senjata tajam (Sajam), beberapa waktu lalu  akhirnya dibekuk tim Buru Sergap (Buser), Kepolisian Sektor (Polsek), Mandonga, Selasa (3/7/2018, sekira pukul 18.15 Wita.

Sebelum ditangkap, pelaku berinisial FG (16), sempat melarikan diri dan bersembunyi disalah satu kamar kos rekannya di jalan Mekar, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Saat ditangkap, pelaku tengah bersama kekasihnya di kamar kos rekannya itu. Pelaku melarikan diri selama dua hari usai menghabisi nyawa korban.

Kapolsek Mandonga, AKP Kasman, mengatakan kasus pembunuhan tersebut dipicu karena persoalan cemburu. Pelaku tidak terima kekasihnya dikenalkan kepada korban.

“Menurut keterangan pelaku, sempat cekcok terhadap korban, pasca perkenalan tersebut. Tetapi korban juga sempat merespon dan menantang pelaku untuk duel. Tantangannya itu tidak direspon oleh pelaku lalu pergi. Namun saat kembali, pelaku langsung mencari korban dan ditebas menggunakan pisau daging. Akibatnya korban mengalami luka robek pada wajah dan punggung,” ujar Kasman kepada SultraKini.com, Rabu (4/7/2018).

Selain mengaman pelaku, lanjut Kasman, pihaknya juga menyita sebuah sajam jenis pisau daging yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

“Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti, pelaku resmi ditetapkan sebagai rersangka. Atas kejadian tersebut, tersangka dijerat pasal 351 Subsider 338 dan 340 dengan ancaman pidana diatas 12 tahun penjara. Sementara untuk teman wanitanya itu, sudah kita serahkan kepihak keluarga setelah diperiksa sebagai saksi,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Arpan tewas usai dianiaya oleh pelaku mengunakan pisau daging, pada Minggu (2/7/2018), sekira pukul 21.00 wita.

Mengejutkan lagi, korban tewas ditangan sahabatnya sendiri. Peristiwa nahas itu terjadi ketika pelaku murka dibutakan karena cemburu. Sehingga nekad menghabisi nyawa sahabatnya itu.

Laporan : Wayan Sukanta
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.