Dua Jenazah Pendaki Mekongga Belum bisa Dievakuasi

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Tim SAR gabungan Kendari, akhirnya menemukan dua jenazah dari enam mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang melakukan pendakian Gunung Mekongga, Senin (13/3/2017) lalu.

Kedua mahasiswa yang dipastikan meninggal dunia, yakni Edi Mulyadi dan La Ode Fitra. Namun tim evakuasi yang menemukan keduanya diantara pos 7 dan pos 8, terkendala jarak medan yang jauh untuk menjangkau hingga ke perkampungan penduduk Desa Tinukari, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara, Suawesi Tenggara. Akibatnya, sampai Selasa (14/03/2017) korban belum keluar kawasan Pegunungan.

“Dua jenazah yang ditemukan, belum bisa dievakuasi dari pegunungan Mekongga,” kata Kepala Seksi Ops Basarnas Kendari, Jandri S Paendong, Selasa (14/03/2017).

Dijelaskannya, kendala hingga belum dievakuasi ke perkampungan penduduk, karena jarak tempuh menuju pos 7 Gunung Mekongga, dibutuhkan waktu sekitar 3 hari.

“Tim gabung yang tiba di lokasi penemuan jenazah pada Senin 12 Maret 2017. Namun tim tidak bisa mengevakuasi  karena tidak ada kantong jenazah. Akhirnya meminta bantuan kepada tim posko di Desa Tinukari melalui telpon dengan cara naik ke puncak Gunung Mekongga,” terangnya.

Setelah menerima informasi itu, tim gabungan lainnya bergerak menuju pos 7 dan 8 dengan waktu yang dibutuhkan sekitar 3 hari. “Jadi kalau tim berangkat Senin diperkirakan Rabu baru tiba di lokasi penemuan jenazah. Sedangkan waktu untuk mengevakusi menuju perkampungan butuh waktu paling cepat dua hari setengah. Berarti jenazah baru bisa tiba di posko utama sekitar Jumat sore,” tandas Jandri.

Sebelumnya, tim gabungan dari TNI Angkatan Darat, satuan anggota Koramil 1412-03 Lasusua, anggota Koramil 1412-05 Pakue dan Basarnas Kendari, juga menemukan dua korban selamat, yakni La Ode Mufazir (27) dan Khairat Umayah (25). Keduanya kini mendapat perawatan di Puskesmas Wawo, Kabupaten Kolaka Utara.

Laporan Sumardin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.