Iklan Clarion
Festival Pesona Budaya Tua Buton

Dua Nama Dibidik Ridwan Sebagai Wakil di Pilgub Sultra

SULTRAKINI. COM: KENDARI – Ridwan Bae membidik dua nama yang bakal dijadikan pendamping di Pemilihan Gubernur Sultra pada 27 Juni 2018 mendatang. Dua nama tersebut yakni Politisi PAN Sultra di DPR RI, Asnawati Hasan (Tina Nur Alam) dan Sekda Provinsi Sultra, Lukman Abunawas.

Dipilihnya dua nama itu berdasarkan usulan dan disepakati partai beringin ini di tingkat Pengurus DPD I, Ketua dan Sekretaris DPD II serta seluruh Anggota DPRD provinsi, kabupaten, dan kota Se-Sultra.

“Dua nama ini merupakan usulan dari kader di tingkat bawah. Selanjutnya Pak Ridwan yang akan menentukan berpasangan dengan siapa,” jelas Ketua DPD II Partai Golkar Konawe Selatan, Irham Kalenggo, yang didaulat sebagai juru bicara partai, Sabtu (29/04/2017).

Sementara itu,  Ridwan mengaku telah membangun komunikasi awal dengan keduanya sejak sebulan terakhir. Pasca dukungan dari Golkar yang mendaulatnya sebagai calon tunggal di internal partai ia akan meningkatkan kedekatan kepada keduanya.

“Kita akan komunikasi lebih lanjut, karena keduanya belum tentu berpasangan dengan kita ataupun juga ingin tampil sebagai kosong satu (calon gubernur). Kemarin juga kita baru komunikasi kecil-kecilan,” jelas Ridwan.

(Baca: Kader Golkar Daulat Ridwan Bae Jadi Cagub Sultra)

Dengan posisinya yang secara geografis berasal dari kepulauan, kedua nama tersebut merupakan perwakilan daratan memang diharapkan kader Golkar di tingkat bawah dapat berpasangan dengan calon yang diusung partai besutan Setya Novanto tersebut.

Saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Ridwan tidak menyebutkan apakah sudah ada komunikasi dengan Nur Alam terkait niatannya berpasangan dengan Tina Nur Alam di Pilgub Sultra 2018.

Namun, jika Nur Alam merestui hal itu, Ridwan sangat menyambut baik jika benar terwujud. “Alhamdulillah kalau beliau (Nur Alam) mau. Sebab itu sesuai dengan keinginan kader di bawah yang juga memang mengusulkan dia (Tina Nur Alam)”.

Sedangkan Lukman Abunawas juga sebelumnya digadang-gadang akan menjadi wakil Ali Mazi, menurut Ridwan semuanya masih bisa berubah.

“Kalau kita lihat pernyataan Pak Lukman, beliau kan bilang kalau dia tidak dapat partai dia siap kosong dua (calon wakil gubernur), tapi dengan siapa itu belum ditahu. Makanya di situ kita masuk komunikasi. Namanya komunikasi politik itu kan setiap saat bisa berubah,” terang Ridwan. 

Lukman sendiri memang pernah menjadi bagian dari Partai Golkar. Ia pernah berkiprah di partai berlambang beringin selama tiga tahun sebagai Ketua DPD II di Kabupaten Konawe saat menjadi Bupati di daerah tersebut.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.