Dubas Sultra 2020 Diraih Rajab dan Sri Asmini Kusib Harlom

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara akhirnya menemukan Duta Bahasa Sultra 2020. Adalah Rajab dan Sri Asmini Kusib Harlom menjadi yang terbaik pada malam penobatan dubas di Kota Kendari, Minggu (15 Maret 2020).

Rajab merupakan finalis terbaik I putra yang juga mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UHO. Sama halnya dengan Sri Asmini Kusib Harlom-menjadi terbaik I putri yang masih kuliah di Jurusan Teknik Sipil, UHO.

Di ajang pemilihan dubas, Rajab menganggat program kerja literasi seks pada anak jalanan. Sedangkan program kerja Sri, yaitu BBM (Buku Budaya Morenene). Program kerja tersebut merupakan salah satu upaya pelestarian salah satu bahasa daerah di Bombana sebagai aset Sultra.

“Ini pengalaman pertama saya mengikuti ajang-ajang seperti ini. Luar biasa perasaannya senang sekali, tidak sangka akan menang karena semua finalis menunjukkan yang terbaik. Jadi yang terbaik, berarti ada tantangan baru, ada tanggung jawab besar harus kami emban terutama untuk pemilihan Dubas nasional nanti,” kata Sri.

Terbaik I putra dan terbaik I putri Dubas Sultra 2020, Rajab dan Sri Asmini Kusib Harlom, Minggu (15/3/2020). (Foto: Nely/SULTRAKINI.COM)

Selama mengikuti karantina, Rajab mengaku tantangan tersulit dihadapi adalah membuat proposal kegiatan dubas dan tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Meski demikian, program kerja yang mereka angkat telah membawa mereka menjadi yang terbaik di pemilihan tahun ini.

Fortune

“Tes paling sulit saya rasa pembuatan proposal kegiatan dubas 2020 karena kita dituntut untuk enam hari membangun dan menemukan terobosan baru dalam merevitalisasi bahasa daerah dan memajukkan bahasa Indonesia. Tes tersulit juga itu tes UKBI, tapi karena adanya materi-materi kebahasaan membantu sekali untuk kita yang baru tes UKBI,” ucap Rajab.

Kepala Kantor Bahasa Sultra, Sandra Safitri Hanan menilai proposal kegiatan yang diusulkan finalis Dubas Sultra 2020 sangat inovatif.

“Proposal yang diajukan oleh beberapa peserta itu sangat variatif dan inovatif. Ini merupakan perubahan yang sangat baik dari pemilihan duta bahasa dari tahun ke tahun,” jelas Sandra.

Di satu sisi, Sandra mengharapkan Rajab dan Sri tetap memberikan yang terbaik hingga ke tingkat nasional. Apalagi mereka dituntut meningkatkan prestasi dari tahun sebelumnya yang menempati harapan III.

Di tahun sebelumnya, kata Sandra, duta bahasa utusan Sultra menunjukkan prestasi yang memuaskan, terutama pada penilaian program kerja yang inovatif, namun kurang menonjolkan seni dan kebudayaan Sultra. Kekurangan itulah dijadikan evaluasi pada pemilihan 2020.

“Tahun lalu kita sudah mendapatkan harapan III di tingkat nasional-akan lebih baik di tahun ini prestasinya meningkat minimal sama dengan tahun lalu. Jadi bisa saya katakan Duta Bahasa Sultra 2020 ini bebannya lebih berat dibandingkan tahun-tahun kemarin,” terangnya. (Adv)

Laporan: Nely
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.