Duh.. Wakatobi, IPKM Terbaik Tapi Masih Ada Warganya Gizi Buruk dan Polio

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Walaupun telah meraih predikat Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) terbaik se-Sulawesi Tenggara, ternyata tidak bisa dijadikan tolak ukur bahwa Kabupaten Wakatobi terbebas masalah kesehatan.

 

Beberapa waktu lalu terungkapnya kasus gizi buruk yang dialami oleh Satrio (5) asal Binongko. Kini ditemukan lagi bocah penderita Polio, La Sale (14) dari Kelurahan Bente Kecamatan Wangiwangi, tepat di Ibukota Kabupaten Wakatobi.

 

Saat disambangi oleh personil Sabara Polres Wakatobi, bocah penderita Polio ini terbaring tak berdaya di tempat tidurnya. Sejak dua tahun lalu, ibu tercintanya meninggal dunia. Kini La Sale tinggal dan dirawat oleh kakek dan neneknya yang berusia lanjut.

 

Cukup kesulitan sang nenek dan kakeknya merawat La Sale, mengingat usia mereka sudah cukup tua bahkan sebelah kaki dari sang kakek sudah tidak normal lagi.

 

yamaha

\”Biar pun ada niat untuk dibawa ke rumah sakit, kita tdak bisa angkat atau membawanya,\” ungkap Ima (68) nenek La Sale saat ditemui di rumahnya, Senin (14/3/2016).

 

Sejak ibunya meninggal dunia dua tahun yang lalu, kata Ima, cucunya ini tidak lagi mendapatkan penanganan medis. \”Terakhir dibawa kerumah sakit semenjak ibunya masih ada, sekarang tidak lagi,\” kenagnya.

 

Hampir 15 tahun cucunya itu menderita penyalit lumpuh ini. Belum ada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Wakatobi yang membantu. Lanjut Ima, kini perawatan La Sale hanya sebatas pemberian obat tradisonal dan mengharapkan bantuan dari pihak keluarga setiap bulan Ramadhan.

 

\”Hanya bulan puasa saja dibantu, itupun hanya Rp100 ribu sampai Rp200 ribu saja, itu kalau ada,\” katanya.

 

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.