SULTRAKINI.COM - Kemunculan e-Commerce atau sistem transaksi jual beli online di tengah masyarakat mendapat sambutan pro dan kontra. Disatu sisi model sistem ini dinilai hanya sebatas musiman dan seiring waktu kembali ditingkalkan. Namun dilain sisi, e-Commerce dianggap lebih efisien untuk memudahkan para penjual tak lagi menyewa tempat berjualan.

e-Commerce Berkembang di Indonesia
(Foto: INDUSTRY.co.id)

Selain itu, mereka-mereka yang pro dengan e-Commerce  juga berpendapat sistem ini cukup praktis bagi para pembeli produk yang dijajakan secara online. Para pembeli tidak perlu  membayar bensin dan parkir untuk mobil mereka di pusat-pusat perbelanjaan.

Disamping itu, mereka juga dapat menghemat waktu dan tenaga tanpa harus berjalan mencari barang ke pasar-pasar atau di berbagai pusat perbelanjaan. Mereka dapat memesan barang yang mereka inginkan lewat online yang cukup dioperasikan di rumah.

Setelah pesanan diterima, pihak penjual meminta agar pembeli mentransfer dana senilai barang pesanan tersebut. Jika transfer telah dilakukan, maka pihak penjual tinggal mengirim barang pesanan tersebut ke pembeli melalui jasa kurir yang banyak tersedia.

Dengan demikian, dalam sistim e-Commerce ini, kita hanya bermodalkan saling percaya sehingga baik pembeli dan penjual dapat melakukan transaksi perdagangan yang sehat.

Lambat laun, sistem e-Commerce ini menjadi berkah bagi berbagai perusahaan jasa kurir yang ada saat ini. Salah satu perusahaan yang kebagian berkah karena perkembangan sistem ini adalah PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

“Sentimen positif terhadap sistem transaksi e-commerce di Indonesia memberi dampak positif terhadap peningkatan pengiriman barang melalui jasa pengiriman (kurir-red),” ujar Muhammad Feriadi, Direktur Utama JNE.

Feriadi mengaku, dalam beberapa tahun terakhir, bisnis JNE mengalami pertumbuhan lebih dari 30 persen.

“Itu karena saat ini sedang terjadi perpindahan minat belanja masyarakat dari offline menjadi online karena harga yang ditawarkan serta kemudahan pengiriman,” ujar Feriadi ketika ditemui di Kantor Pusat JNE, Tomang, Jakarta Barat, Senin (16/10/2017).

Feriadi menjelaskan, orang dulu lebih suka membeli kebutuhan apapun di supermarket, mal maupun pasar. Tetapi sekarang mereka memilih belanja online karena harga yang ditawarkan lebih murah dan efisien serta banyaknya kemudahan pengiriman yang tersedia.

“Untuk JNE, jasa pengiriman logistik tercatat 70 persen dan sisanya 30 persen adalah pengiriman logistik sektor korporasi. Sekitar 50 persen dari jasa pengiriman logistik tersebut merupakan pengiriman online atau e-Commerce,” tukas Feriadi.

Feriadi juga memandang, para pegiat e-Commerce domestik kini memiliki kebutuhan layanan pengiriman yang cepat. Karena itu, JNE dapat menjadi partner bagi e-Commerce dalam negeri.

“Pasalnya, jika tidak didukung dengan pengiriman yang cepat, maka jasa transaksi e-Commerce tidak dapat bersaing ketat dengan sistim transaksi reguler,” pungkas Feriadi.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), industri e-commerce di Indonesia dalam 10 tahun terakhir tumbuh sekitar 17 persen dengan total usaha mencapai sekitar 26,2 juta usaha.


Sumber: INDUSTRY.co.id 

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations