SUARA

Ekonomi Sultra Triwulan I 2016 Tumbuh Negatif

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Ekonomi Sulawesi Tenggara pada triwulan I tahun 2016 mengalami penurunan 6,53 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan negatif yang terjadi pada seluruh komponen pengeluaran.

 

Kepala BPS Provinsi Sultra, Atqo Mardiyanto mengatakan, pergerakan rendah hanya terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar minus 0,40 persen, sedangkan komponen lainnya mengalami pergerakan dengan nilai di bawah 10 persen.

 

Menurutnya, pada triwulan I tahun 2016, ekonomi Sultra tumbuh 5,21 persen melambat dibanding triwulan I tahun 2015 sebesar 5,75 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian. Jasa kesehatan dan kegiatan sosial merupakan lapangan lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 15,48 persen.

 

yamaha

\”Jika kita liat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2016 sebesar 5,21 persen terjadi pada komponen pembentukan modal tetap bruto, 10,95 persen,\” ujar Atqo Mardiyanto saat memberikan keterangan mengenai pertumbuhan ekonomi Sultra di aula rapat BPS.

 

Lanjutnya, struktur ekonomi Sultra triwulan I tahun 2016 menurut pengeluaran didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 51,86 persen, diikuti pembentukan modal tetap bruto sebesar 37,60 persen dan pengeluaran konsumsi Pemerintah 12,62 persen. Komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga memberikan kontribusi paling rendah, sebesar 0,99 persen.

 

\”Kemudian bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sultra triwulan I-2016, komponen pembentukan modal tetap bruto memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 4,81 persen, kata Atqo Mardiyanto.

 

Sementara itu, untuk pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga sebesar 0,04 persen. Net ekspor yang tumbuh negatif menekan pertumbuhan dengan memberikan sumber peetumbuhan masing-masing minus 4,57 persen dan minus 2,92 persen, tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.